sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

NATO perkirakan 7.000-15.000 Rusia tewas dalam sebulan perang

Rusia belum secara resmi mengumumkan jumlah tentara mereka yang meninggal.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Kamis, 24 Mar 2022 11:28 WIB
NATO perkirakan 7.000-15.000 Rusia tewas dalam sebulan perang

Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO memperkirakan, 7.000-15.000 tentara Rusia telah tewas dalam sebulan invasi di Ukraina. Jumlah ini sangat kontras jika dibandingkan kehilangan 15.000 tentara selama sepuluh tahun di Afghanistan.

Associated Press pada Kamis (24/3) memberitakan, seorang pejabat senior militer NATO mengatakan perkiraan aliansi itu didasarkan pada informasi dari pihak berwenang Ukraina dan data intelijen yang dikumpulkan dari sumber terbuka. Sementara itu, Rusia belum secara resmi mengumumkan jumlah tentara mereka yang meninggal.

Ukraina juga hanya merilis sedikit informasi tentang kerugian militernya sendiri, dan Barat belum memberikan perkiraan, tetapi Presiden Volodymr Zelenskiy mengatakan hampir dua minggu lalu bahwa sekitar 1.300 prajurit Ukraina telah tewas. Namun demikian, Ukraina menyebutkan penggulingan pemerintahan tidak akan terjadi akibat perang ini.

Sebulan setelah terjadi invasi, Presiden Zelenskiy membuat video yang menyatakan permohonan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk berkumpul di depan umum dan menunjukkan dukungan bagi Ukraina. Perang telah menghancurkan kehidupan yang seharusnya dilakukan dengan damai oleh semua orang.

Sponsored

"Datanglah ke alun-alun, jalan-jalanmu. Buat dirimu terlihat dan didengar. Katakan bahwa perdamaian di Ukraina itu penting" kata Zelenskiy selama pemutaran video tersebut. Presiden Ukraina juga meminta warga Rusia dari kelompok antiperang meninggalkan negaranya. Dia menyerukan jangan sampai uang pajak digunakan untuk peperangan.

Selanjutnya, Zelenskiy menyatakan, akan berbicara dengan anggota NATO melalui video pada Kamis (24/3), juga mengatakan dia meminta aliansi itu memberikan dukungan yang efektif dan tidak terbatas kepada Ukraina, termasuk senjata apa pun yang dibutuhkan negara itu untuk menghadapi invasi Rusia.

Berita Lainnya