sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pasokan air bersih di Inggris akan langka pada 2050

Perubahan iklim dan tuntutan penduduk mengakibatkan pasokan air berkurang pada tahun 2050.

Mona Tobing
Mona Tobing Kamis, 24 Mei 2018 12:58 WIB
Pasokan air bersih di Inggris akan langka pada 2050
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Laporan utama Lembaga Lingkungan Hidup (EA) soal sumber air di Inggris memperingatkan bahwa perubahan iklim dan tuntutan dari penduduk yang bertambah dapat mengakibatkan pasokan air berkurang pada 2050. Laporan yang dirilis pada Rabu (23/5) tersebut memetakan sejumlah daerah di Inggris yang mungkin akan mengalami kelangkaan air. 

Ibu Kota Inggris yakni London menjadi wilayah yang paling parah dilanda kekurangan air, demikian peringatan EA. 
Laporan tersebut berjudul State of the Environment: Water Resources setelah menyoroti berbagai persoalan tentang air. 

Misalnya, tingkat pengambilan air yang berlangsung terus-menerus. Lalu, kebocoran dari perusahaan air yang saat ini diperkirakan mencapai tiga miliar liter per hari. Hingga tuntutan dari industri serta masyarakat sebagai masalah utama yang harus ditanggulangi guna melindungi lingkungan hidup air.

Pada tahun 2016, sebanyak 9.500 miliar liter air bersih diambil dari sungai, danau, bendungan dan sumber bawah tanah di Inggris. Lebih separuhnya atau sekitar 55% diambil oleh perusahaan air untuk pasokan air masyarakat. Sisanya, lebih dari sepertiga atau setara 36% digunakan untuk pasokan listrik dan keperluan industri lain.

Kekurangan air berkala di banyak wilayah Inggris pada masa lalu telah mengakibatkan dilakukan tindakan, seperti pelarangan penggunaan pipa selang kebun dan sistem alat penyiram. Hanya saja, peringatan tersebut baru dipusatkan untuk pasokan air umum.

Tanpa tindakan untuk meningkatkan pasokan, mengurangi tuntutan dan mengurangi limbah, maka banyak wilayah di Inggris dapat menghadapi kekurangan tajam pasokan paling lambat pada 2050. 

Ketua EA, Emma Howard Boyd mengimbau agar masyarakat mengubah sikapnya dalam penggunaan air. Plus, menjamin lingkungan hidup yang sehat.

"Masyarakat harus mau bekerjasama untuk mengelola sumber daya yang berharga ini (air)," kata Emma seperti dikutip Antara

Sponsored

Emma menambahkan, industri harus berinovasi dan mengubah perilaku guna mengurangi tuntutan dan memangkas limbah. Masyarakat juga harus menyadari kewajiban untuk menggunakan air secara lebih bijaksana di rumah mereka.

Sebab, hasil dari penelitian tersebut memperlihatkan tingkat pengambilan air berasal dari seperempat air tanah dan seperlima air sungai. Sehingga, mengakibatkan berkurangnya arus air yang pada gilirannya bisa merusak margasatwa dan ekologi setempat.

Rencana 25 tahun pemerintah mengenai lingkungan hidup telah menetapkan ambisi untuk mengurangi penggunaan air individu. Saat ini rata-rata orang mengkonsumsi air bersih sebanyak 140 liter. 

Berita Lainnya