logo alinea.id logo alinea.id

Pemilu India berakhir, PM Modi diprediksi menang

Di India, partai atau koalisi membutuhkan 272 kursi di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 20 Mei 2019 11:07 WIB
Pemilu India berakhir, PM Modi diprediksi menang

Exit poll menunjukkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang mengusung calon petahana PM Narendra Modi memenangkan pemilu India 2019. Pemungutan suara pemilu India yang terdiri dari tujuh fase dan telah berlangsung selama lebih dari lima minggu berakhir pada Minggu (19/5). Hasilnya akan diumumkan pada Kamis (23/5). 

Exit poll oleh empat saluran televisi berita terkemuka, Republik, TimesNow, New Delhi Television dan India Today, memproyeksikan kemenangan bagi BJP dan sekutunya dengan 287 hingga 339 kursi dari 534 kursi yang diperebutkan. Partai atau koalisi membutuhkan 272 kursi di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Sementara itu, Partai Kongres yang dipimpin oleh Rahul Gandhi dan sekutunya diprediksi akan memenangkan 122 hingga 128 kursi. Namun, analis memperingatkan bahwa exit poll kerap keliru di masa lalu.

Komisi pemilihan menuturkan bahwa total partisipasi pemilih dalam pemiliu India 2019 adalah 64,9%, lebih rendah dari pemilu 2014 yang mencapai 66,40%.

Gandhi mempertanyakan cara pemilu dilakukan oleh Komisi Pemilihan yang otonom, dengan mengatakan bahwa jadwal pemilu dimanipulasi untuk membantu partai Modi.

"Komisi Pemilihan dulu disegani & dihormati. Kini tidak lagi," twit Gandhi pada Minggu malam, tanpa merinci lebih jauh.

Pada Minggu, BJP mentwit sebuah kartun, yang menggambarkan Modi tengah "memangkas" lawan-lawan politiknya.

Sponsored

Pemilu India dimulai pada 11 April, diadakan dalam tujuh fase atas alasan keamanan dan logistik. Dengan 900 juta pemilih yang memenuhi syarat, pemilu di Negeri Hindustan merupakan yang terbesar di dunia.

Saat pemungutan suara berakhir, ada banyak pertemuan para pemimpin oposisi, memicu spekulasi.

Isu utama dalam pemilu

Dengan pertanian dalam krisis, pengangguran meningkat dan kekhawatiran bahwa India tengah menuju resesi, ekonomi mungkin merupakan isu utama.

Di bawah Modi, India yang merupakan ekonomi terbesar keenam di dunia dinilai telah kehilangan momentumnya. Pertumbuhan mengambang di sekitar 7% dan laporan pemerintah yang bocor mengklaim tingkat pengangguran yang tertinggi sejak 1970-an.

Melimpahnya panen dan turunnya harga komoditas telah menyebabkan pendapatan pertanian stagnan, membuat banyak petani dibebani dengan utang.

Banyak yang melihat pemilu kali ini sebagai pertempuran antara identitas India dan minoritas.

Kelompok nasionalis Hindu telah menjadi arus utama dalam lima tahun terakhir, dengan meningkatnya serangan terhadap kaum minoritas, termasuk penganiayaan terhadap puluhan muslim yang dituduh menyelundupkan sapi.

Dan keamanan nasional menjadi sorotan setelah serangan bunuh diri oleh kelompok militan yang bermarkas di Pakistan pada Februari 2019. Empat puluh polisi paramiliter India di wilayah Kashmir yang mereka kelola tewas dalam kejadian itu.

India kemudian melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Pakistan, mendorong Pakistan untuk membalas dan membawa kedua negara ke ambang perang.

Sumber : BBC