sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemimpin Hong Kong tekankan pentingnya relasi dengan Indonesia

RI undang seluruh sektor usaha di Hong Kong mengambil peluang kerja sama.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 19 Agst 2020 18:39 WIB
Pemimpin Hong Kong tekankan pentingnya relasi dengan Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menekankan pentingnya hubungan serta kerja sama antara Indonesia dan Hong Kong. Hal tersebut disampaikan dalam webinar "Riding Ups and Downs: Hong Kong-Indonesia Partnership" pada Selasa (18/8).

Ke depannya, kata Lam, peningkatan perekonomian dan perdagangan di bidang ekonomi digital, inovasi, dan teknologi perlu diintensifkan dengan pola kemitraan baru sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menekankan tiga hal utama sebagai fokus kerja sama Indonesia-Hong Kong, yaitu mengintensifkan kerja sama perdagangan, menggarap peluang yang belum pernah dieksplorasi, serta penguatan dukungan pemerintah dalam bentuk insentif bagi dunia usaha.

"Saya mengundang seluruh sektor usaha Hong Kong untuk mengambil peluang kerja sama perekonomian, perdagangan, dan investasi dengan Indonesia," ujar Mahendra seperti dikutip dari keterangan tertulis KJRI Hong Kong yang diterima Alinea.id pada Rabu (19/8).

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menciptakan iklim yang ramah investasi melalui reformasi hukum dan penyederhanaan birokrasi.

Hong Kong merupakan mitra dagang terbesar ke-19 bagi Indonesia. Pada kuartal pertama 2020, Hong Kong menempati urutan ketiga sebagai investor asing terbesar dengan nilai investasi mencapai US$ 1,8 miliar.

Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Edward Yau menyambut baik dorongan peningkatan kerja sama dengan Indonesia. Dia menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan kemitraan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

Menutup webinar pada Selasa, Konjen RI untuk Hong Kong, Ricky Suhendar menyampaikan tiga poin utama yang menjadi pokok pembahasan diskusi. Pertama, hubungan modal baik antara Indonesia dan Hong Kong serta China daratan, harus dimanfaatkan lebih baik agar menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.

Sponsored

Kedua, situasi pandemik saat ini memerlukan berbagai adaptasi dan inovasi untuk menghadapi tantangan yang ada.

"Terakhir, saya ingin menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara yang memiliki ekonomi outward looking, siap menyambut para investor untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan di tanah air," tutur Ricky.

Berita Lainnya