logo alinea.id logo alinea.id

Pendiri Huawei: Amerika Serikat tidak bisa menghancurkan kami

Pendiri Huawei Ren Zhengfei blak-blakan menunjukkan penentangannya terhadap tuduhan Amerika Serikat.

Khairisa Ferida
| Khairisa Ferida Selasa, 19 Feb 2019 17:47 WIB
Pendiri Huawei: Amerika Serikat tidak bisa menghancurkan kami

Pendiri Huawei mengatakan, tidak ada cara yang dapat dilakukan Amerika Serikat untuk menghancurkan raksasa teknologi China itu.

Ren Zhengfei menggambarkan penangkapan putrinya, Meng Wanzhou, yang menjabat sebagai direktur keuangan Huawei bermotivasi politik.

AS tengah mengejar tuntutan pidana terhadap Huawei dan Meng Wanzhou, termasuk pencucian uang, penipuan bank, dan mencuri rahasia dagang.

Huawei membantah seluruh tuduhan.

"Tidak ada cara bagi AS untuk menghancurkan kami," tegas Ren Zhengfei.

Namun, dia mengakui hilangnya transaksi bisa berdampak signifikan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memperingatkan sekutu AS agar tidak menggunakan teknologi Huawei. Dia mengatakan, itu akan mempersulit Washington untuk bermitra bersama mereka.

Australia, Selandia Baru, dan AS telah melarang atau memblokir Huawei sebagai pemasok peralatan untuk jaringan broadband seluler 5G di masa depan. Sementara, Kanada tengah meninjau apakah produk-produk perusahaan itu menghadirkan ancaman keamanan yang serius.

Sponsored

Ren Zhengfei memperingatkan bahwa dunia tidak dapat meninggalkan Huawei karena mereka lebih maju.

"Jika lampu padam di Barat, Timur akan tetap bersinar. Dan jika Utara menjadi gelap, masih ada Selatan. AS tidak mewakili dunia. AS hanya mewakili sebagian dari dunia," tutur Ren Zhengfei.

Belum lama, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) telah memutuskan bahwa segala risiko yang ditimbulkan lewat penggunaan teknologi Huawei dalam proyek telekomunikasi Inggris dapat dikelola. 

Banyak perusahaan seluler di Inggris, termasuk Vodafone, EE dan Three, bekerja sama dengan Huawei untuk mengembangkan jaringan 5G mereka.

Perusahaan-perusahaan itu tengah menunggu tinjauan pemerintah, yang akan dirilis pada Maret atau April, yang akan memutuskan apakah mereka dapat menggunakan teknologi Huawei.

Mengomentari kemungkinan larangan di Inggris, Ren Zhengfei mengatakan, "Huawei tidak akan menarik investasi kami karena isu ini. Kami akan terus berinvestasi di Inggris."

"Kami masih percaya pada Inggris, dan kami berharap Inggris akan lebih memercayai kami. Kami akan berinvestasi lebih banyak lagi di Inggris. Jika AS tidak memercayai kami, maka kami akan mengalihkan investasi kami dari AS ke Inggris dalam skala yang lebih besar," papar Ren Zhengfei.

Penangkapan Meng Wanzhou

Meng Wanzhou ditangkap pada 1 Desember di Vancouver, Kanada, atas permintaan AS. Perempuan itu diperkirakan akan menjadi subjek permintaan ekstradisi resmi.

Secara total, 23 tuntutan dilayangkan terhadap Huawei dan Meng Wanzhou. Tuduhan tersebut dibagi dalam dua dakwaan oleh Kementerian Kehakiman AS.

Yang pertama, mencakup klaim Huawei merahasiakan hubungan bisnis dengan Iran yang dikenai sanksi perdagangan oleh AS. Yang kedua, termasuk tuduhan percobaan pencurian rahasia dagang.

Ren Zhengfei blak-blakan menunjukkan penentangannya terhadap tuduhan AS.

"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan AS. Tindakan bermotivasi politik semacam ini tidak dapat diterima. AS suka memberi sanksi kepada orang lain, setiap kali ada masalah, mereka akan menggunakan metode agresif seperti itu. Kami keberatan dengan ini. Namun, sekarang kami telah melewati jalan ini, kami akan membiarkan pengadilan menyelesaikannya," ungkap Ren Zhengfei.

Tuduhan melakukan spionase untuk pemerintah China

Huawei, yang merupakan perusahaan swasta terbesar di Tiongkok, berada di bawah pengawasan atas hubungannya dengan pemerintah China, di mana AS dan sejumlah negara menyatakan keprihatinan karena teknologi Huawei diduga dapat digunakan oleh layanan keamanan China untuk memata-matai.

Di bawah hukum China, perusahaan diharuskan untuk mendukung, bekerja sama dengan dan berkolaborasi dalam kerja intelijen nasional.

Ren Zhengfei menegaskan bahwa membiarkan tindakan spionase adalah risiko yang tidak akan dia ambil.

"Pemerintah China telah dengan jelas mengatakan tidak akan memasang backdoors. Dan kami juga tidak akan memasang backdoors. Kami tidak akan mengambil risiko ... Perusahaan kami tidak akan pernah melakukan kegiatan mata-mata. Jika kami melakukan tindakan seperti itu, maka saya akan menutup perusahaan ini," imbuhnya.

Sumber : BBC