sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengiriman tahap kedua rampung, Turki siap operasikan S-400 

Turki masih melatih para personel yang akan mengoperasikan S-400.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Minggu, 15 Sep 2019 22:47 WIB
Pengiriman tahap kedua rampung, Turki siap operasikan S-400 

Rusia merampungkan pengiriman sistem pertahanan udara S-400 tahap kedua untuk Turki. S-400 pertama telah diterima Turki pada akhir Juli lalu.

"Pesawat angkut militer Kementerian Pertahanan Rusia, dalam rangka memenuhi kontrak, telah menyelesaikan tahap kedua komponen sistem rudal anti-pesawat S-400 untuk Turki pada 15 September," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia dikutip kantor berita Rusia Sputnik, Minggu (15/9).

Kementerian Pertahanan Turki juga telah mengonfirmasi hal tersebut. Saat ini, Turki tengah melatih para personel yang akan menggunakan rudal anti-pesawat generasi terbaru yang dikembangkan Russia's Almaz Central Design Bureau

"Pengiriman tahap kedua sistem pertahanan udara S-400 ke pangkalan udara Murted, yang dimulai pada 27 Agustus, telah selesai hari ini," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Turki. 

Rencananya, Turki akan mengoperasikan alat utama sistem senjata canggih itu pada April 2020 mendatang.

Pembelian S-400 Rusia oleh Turki telah ditentang Amerika Serikat sejak Recep Tayyip Erdogan menggulirkan rencana tersebut. Bagi Amerika, sistem tersebut tak cocok dengan sistem pertahanan NATO dan menimbulkan ancaman pada jet-jet tempur siluman F-35 milik Amerika. Meskipun bukan negara Amerika dan Eropa, Turki memegang keanggotaan NATO. 

Ketimbang S-400, Amerika mendesak Turki untuk membeli rudal Patriot buatan mereka. Amerika pun telah mewanti-wanti Turki dengan ancaman sanksi jika terus menjalankan niatnya tersebut. Turki bergeming dengan ancaman tersebut.

Meski demikian, Turki juga berencana membeli rudal Patriot yang diproduksi Raytheon. Erdogan mengaku telah menyampaikan rencana tersebut pada Presiden Amerika Donald Trump melalui sambungan telepon, dan akan membahasnya lebih lanjut dalam saat bertemu di rapat Majelis Umum PBB akhir bulan ini. 

Sponsored

Dikutip jaringan media milik pemerintah Rusia, RT, Erdogan yakin rencana ini dapat melunakkan perselisihan mereka dengan Amerika. 

"Menurut saya, Amerika Serikat tak akan mau menyakiti sekutu macam Turki. Tidak masuk akal," kata Erdogan.