logo alinea.id logo alinea.id

Pesawat Air Canada turbulensi parah, 37 orang terluka

Akibat turbulensi, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Honolulu.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 12 Jul 2019 15:13 WIB
Pesawat Air Canada turbulensi parah, 37 orang terluka

Setidaknya 37 orang terluka akibat turbulensi parah yang dialami pesawat Air Canada. Pesawat itu akhirnya terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Penerbangan AC33, yang mengangkut 269 penumpang dan 15 awak, berangkat dari Vancouver menuju Sydney pada Kamis (11/7). Namun setelah melintasi Hawaii, pesawat mengalami turbulensi yang tidak terduga.

Menurut Administrasi Penerbangan Federal AS, turbulensi terjadi pada ketinggian 10.973 meter, sekitar 1.000 kilometer barat daya dari Honolulu.

Akibat turbulensi, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Honolulu. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Hawaii pada pukul 06.46 waktu setempat.

Sebanyak 30 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di Honolulu. Responden darurat mengatakan sembilan orang menderita cedera parah.

Juru bicara Departemen Layanan Darurat Honolulu Shayne Enright menerangkan cedera yang diderita termasuk luka, benjolan, memar, sakit leher dan sakit punggung.

Menurut pernyataan Air Canada, Boeing 777-200 mengalami clear air turbulence (CAT) dua jam setelah melintasi Hawaii. Tidak seperti turbulensi pada umumnya, CAT terjadi ketika langit cerah tanpa indikasi cuaca buruk.

CAT terjadi ketika massa udara yang bergerak dengan kecepatan berbeda bertemu. Hal ini tidak dapat terlihat dengan mata telanjang atau dideteksi radar konvensional.

Juru bicara Air Canada Angela Mah menyatakan maskapai telah mengatur akomodasi hotel di Honolulu untuk para penumpang dan segera mengupayakan penerbangan baru ke Australia.

"Kami mengalami turbulensi, kami semua menabrak langit-langit pesawat lalu semuanya jatuh ... orang-orang terlihat seperti melayang," tutur seorang penumpang pesawat, Jess Smith.

Penumpang lainnya, Luke Wheeldon, mengatakan bahwa sebagian penumpang belum mengenakan sabuk pengaman sehingga terombang-ambing ketika terjadi turbulensi.

"Anda melihat orang-orang melayang di udara dan kepala mereka terbentur langit-langit, jadi turbulensi itu memang cukup kuat," jelasnya.

Alex Macdonald, warga Brisbane, mengatakan bahwa para penumpang sangat terkejut.

"Saya melihat orang-orang yang duduk di depan saya terangkat dan terbentur kompartemen bagasi atas dan kemudian terbanting kembali ke kursi mereka," kata dia.

Sejumlah penumpang melaporkan kabin pesawat berlumuran darah dan rusak akibat benturan dengan orang-orang.

Sebuah band country Australia, Hurricane Fall, berada dalam penerbangan AC33.

Melalui unggahan di Facebook, band itu mengatakan bahwa vokalis mereka, Pepper Deroy, mengalami cedera pada lengan dan sikunya tetapi tidak perlu dirawat di rumah sakit. (BBC dan The Guardian)