sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Redakan ketegangan dunia, Menlu Retno serukan 'poco-poco' 

Upaya meredakan ketegangan dunia harus dilakukan bersama-sama.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 30 Nov 2019 17:32 WIB
Redakan ketegangan dunia, Menlu Retno serukan 'poco-poco' 

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi optimistis Indonesia mampu turut berkontribusi mendinginkan situasi politik dunia yang tengah memanas. Dia menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk mengubah ketegangan dunia menjadi perdamaian yang produktif.

"Setidaknya kita harus melakukan segala upaya untuk meredakan ketegangan," tutur Retno saat memberikan sambutan dalam "Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2019" di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11).

Retno menyatakan bahwa Indonesia tidak dapat melakukan upaya itu sendirian. Dia mengumpamakan usaha meredakan ketegangan seperti menari poco-poco.

"Tarian (poco-poco) itu harus dilakukan bersama-sama. Sama halnya perlu aksi bersama dan komitmen semua negara untuk meredakan ketegangan dunia," kata dia.

CIPF merupakan konferensi yang rutin diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Tahun ini, CIPF 2019 mengangkat tema "Cooling Off the Hot Peace".

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal mengatakan hot peace merupakan kondisi di mana dunia menghadapi kompetisi zero-sum. "Artinya, jika saya menang, Anda harus kalah dan begitu pula sebaliknya. Ini bukan cara yang baik untuk berinteraksi antarnegara," jelasnya. 

Situasi itu, lanjut Dino, bisa tergambarkan dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China saat ini. Menurut dia, kompetisi antara AS dan China terjadi karena kedua negara besar itu tidak saling percaya.. 

"Contohnya, Amerika Serikat sekarang merasa bahwa China tengah berusaha membalap mereka dalam sejumlah isu penting terkait hubungan internasional," kata dia.

Sponsored

Lebih jauh, Dino khawatir, hot peace bakal melahirkan konflik di berbagai bidang, seperti keamanan siber, teknologi, serta ekonomi. "Dapat timbul lebih banyak perang proksi, persaingan baru, konflik regional, serta kemungkinan intervensi politik juga meningkat," tambah Dino.

Meskipun kondisi dunia penuh ketidaktasbilan, Dino pun meyakini Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendinginkan situasi global. "Indonesia mesti mendekat ke semua kekuatan utama dunia, tetapi perlu diingat untuk terus menjaga keseimbangan dan netralitas," ujar dia.

Dino berpendapat Indonesia perlu mendorong ASEAN untuk lebih berperan meredakan ketegangan dunia. Menurut dia, organisasi regional itu dapat lebih aktif dan memperluas ruang gerak diplomatiknya di luar Asia Tenggara.

Ketimbang memicu konflik dan meningkatkan ketegangan, Dino mengatakan, negara-negara di dunia seharusnya fokus menuntaskan sejumlah persoalan penting, seperti isu perubahan iklim, ketimpangan sosial, terorisme, pembangunan berkelanjutan, dan middle income trap.