sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Respons peluncuran proyektil Korut, China serukan dialog

Korea Utara meluncurkan tiga proyektil jarak pendek pada Senin (9/3).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 09 Mar 2020 18:21 WIB
Respons peluncuran proyektil Korut, China serukan dialog
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Kementerian Luar Negeri China pada Senin (9/3) menyerukan semua pihak berdialog dan menunjukkan fleksibilitas, mengatakan bahwa situasinya kompleks dan sensitif. Hal tersebut disampaikan setelah Korea Utara meluncurkan tiga proyektil jarak pendek pada hari yang sama sebagai bagian dari latihan menembak.

"Kami juga mendesak seluruh pihak melakukan upaya positif untuk menenangkan situasi agar perundingan berlanjut, dan untuk mewujudkan denuklirisasi dan perdamaian abadi di kawasan dan semenanjung," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan bahwa ketiga proyektil itu diluncurkan dari Kota Sondok, rumah bagi lapangan terbang militer yang juga digunakan Korea Utara untuk menembakkan sejumlah rudal tahun lalu.

"Proyektil-proyektil, yang termasuk dari sistem roket berpeluncuran ganda (MLRS), itu terbang hingga 200 km dan mencapai ketinggian 50 km," ujar JCS.

Menurut JCS, uji coba terbaru itu merupakan bagian dari latihan menembak yang telah berlangsung sejak akhir bulan lalu dan diawasi langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. JCS sangat menyesalkan peluncuran terbaru dan tengah memantau jika sewaktu-waktu terjadi hal serupa. 

Peluncuran tiga proyektil ini terjadi setelah pada 2 Maret, Korea Utara melakukan uji coba MLRS. 

Kantor kepresidenan Korea Selatan, Blue House, menyatakan bahwa penasihat keamanan nasional Chung Eui-yong menggelar video conference dengan menteri pertahanan dan kepala intelijen untuk menganalisis uji coba terbaru Korea Utara.

"Para menteri sekali lagi menekankan bahwa latihan menembak yang berkelanjutan tidak membantu upaya membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea," ujar Blue House.

Sponsored

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono menilai bahwa proyektil yang ditembakkan Korea Utara merupakan rudal balistik. Menurut Taro, proyektil-proyektil itu tidak jatuh ke zona ekonomi eksklusif Jepang. Investigasi, kata dia, tengah berlangsung.

Ada pun seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Korea Utara menembakkan tiga proyektil dan AS saat ini tengah menganalisis lebih jauh peluncuran tersebut.

Inggris, Jerman, Prancis, Estonia, dan Belgia pada Kamis (5/3) mengangkat isu peluncuran rudal Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB, menggarisbawahi itu sebagai tindakan provokatif yang melanggar resolusi PBB.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengkritik langkah Eropa sebagai perilaku sembrono yang didorong oleh AS. Adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong yang merupakan salah satu petinggi partai, menegaskan bahwa latihan yang dilakukan Korea Utara tidak dimaksudkan untuk mengancam siapa pun.

Harapan sempat muncul agar krisis di Semenanjung Korea diselesaikan lewat dialog, terlebih setelah Kim Jong-un bertatap muka dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, setelah tiga kali pertemuan antara keduanya, belum ada kemajuan signifikan yang dicapai.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya