sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rezim Biden tegaskan tidak ada genosida di Gaza

Sulivan mengatakan dia tidak bisa memprediksi kapan atau apakah kesepakatan seperti itu akan tercapai.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Selasa, 14 Mei 2024 18:35 WIB
Rezim Biden tegaskan tidak ada genosida di Gaza

Fakta hancurnya Gaza akibat serangan brutal Israel dengan korban tewas mencapai 35 ribu orang lebih tidak membuat Amerika Serikat goyah mendukung tindakan Israel di Gaza. 

Pendirian tersebut diteguhkan oleh penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan pada hari Senin (13/5). Menurutnya, pemerintahan Presiden Joe Biden tidak memandang pembunuhan warga Palestina di Gaza oleh Israel dalam perangnya di Gaza sebagai genosida.

Sullivan, ketika berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, mengatakan Amerika ingin melihat Hamas dikalahkan, bahwa warga Palestina yang terjebak di tengah perang berada di “neraka,”. Di sisi lain, menurutnya, operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel di Rafah adalah sebuah kesalahan.

“Kami tidak percaya apa yang terjadi di Gaza adalah genosida. Kami dengan tegas menolak usulan tersebut,” kata Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih.

Sullivan menyatakan keprihatinannya atas laporan pemukim Israel yang menyerang konvoi bantuan kemanusiaan dalam perjalanan ke Erez Crossing di Gaza utara, yang merupakan insiden kedua dalam waktu kurang dari seminggu.

“Sangat disayangkan ada orang yang menyerang dan menjarah barang-barang ini,” kata Sullivan. "Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima."

Biden, yang mencalonkan diri kembali tahun ini, telah menghadapi kritik keras dari para pendukungnya sendiri di dalam negeri atas dukungannya terhadap Israel, beberapa dari kritikus tersebut menuduh Israel melakukan genosida. Lebih dari 35.000 warga Palestina di Gaza telah meninggal sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Biden telah berusaha untuk mempengaruhi pendekatan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap perang tersebut, kata Sullivan, namun Israel adalah negara yang berdaulat dan demokratis yang pada akhirnya mengambil keputusannya sendiri, kata Sullivan.

Sponsored

“Perdana Menteri tidak harus menjawab pertanyaan kita. Dia harus menjawab pertanyaan rakyat Israel,” kata Sullivan.

Mengulangi komentar yang dibuat oleh Biden pada hari Sabtu, Sullivan mengatakan mungkin ada gencatan senjata di Gaza sekarang jika Hamas mau melepaskan tawanan. Sulivan mengatakan dunia harus menyerukan Hamas untuk kembali ke meja perundingan dan menerima kesepakatan.

Amerika Serikat sedang berupaya segera mewujudkan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, kata Sullivan. Dia mengatakan dia tidak bisa memprediksi kapan atau apakah kesepakatan seperti itu akan tercapai.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia menyuarakan keyakinan penuh terhadap angka kematian Kementerian Kesehatan Gaza setelah Israel mempertanyakan perubahan angka tersebut.

Pekan lalu, kementerian memperbarui rincian total korban jiwa yang berjumlah sekitar 35.000 orang, dan mengatakan bahwa sekitar 25.000 di antaranya sejauh ini telah teridentifikasi sepenuhnya. Badan-badan PBB telah menerbitkan ulang angka-angka ini.

“Fakta bahwa kita sekarang memiliki 25.000 orang yang teridentifikasi merupakan sebuah langkah maju,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada konferensi pers di Jenewa, dan mengatakan bahwa “tidak ada yang salah” dengan data Kementerian Kesehatan.

Pada hari Senin, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan angka-angka tersebut – yang secara teratur dikutip oleh PBB dalam laporannya mengenai konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan – sekarang mencerminkan rincian dari 24.686 kematian “orang-orang yang telah selesai diidentifikasi”.

“Ada sekitar 10.000 lebih jenazah yang masih harus diidentifikasi sepenuhnya, sehingga rincian mereka – yang mana di antaranya adalah anak-anak, yang mana di antaranya adalah perempuan – akan ditentukan kembali setelah proses identifikasi penuh selesai,” kata Haq.(alarabiya,aljazeera)

Berita Lainnya
×
tekid