sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rusia bikin salju buatan saat musim dingin, kenapa?

Musim dingin di Moskow berbeda kali ini. Pada 18 Desember, suhu di Ibu Kota Rusia itu mencapai 5,4 derajat Celcius.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 30 Des 2019 14:38 WIB
Rusia bikin salju buatan saat musim dingin, kenapa?

Desember di Moskow, Rusia, sangat hangat tahun ini. Pemerintah pun terpaksa mengirim sejumlah truk berisi salju buatan untuk menghias tampilan perayaan tahun baru di pusat ibu kota.

Ini merupakan musim dingin terhangat di Moskow sejak suhu mulai dicatat secara sistematis pada 1886. Suhu di Ibu Kota Rusia mencapai 5,4 derajat Celcius pada 18 Desember.

"Ini sama sekali tidak normal," kata seorang warga Moskow, Alexander Stanko. "Sebelumnya, musim dingin di sini jauh lebih dingin dari ini. Biasanya akan turun salju pada tahun baru."

Di Rusia, tumbuh kekhawatiran tentang efek pemanasan global. Permafrost yang berada di kota-kota utara negara itu perlahan mencair. 

Dalam geologi, permafrost merupakan tanah yang berada di titik beku pada suhu nol derajat Celcius.

Cuaca Desember yang hangat juga mengganggu hibernasi hewan di kebun binatang Moskow. Pekerja kebun binatang mengatakan, mereka telah menempatkan lima ekor jerboa ke dalam tempat berpendingin khusus untuk mendorong mereka hibernasi.

Dampak yang paling terlihat dari hangatnya musim dingin di Moskow adalah kurangnya salju, yang biasanya mulai menyelimuti Rusia pada Oktober atau November. Sebagian besar salju di pusat kota dilaporkan telah mencair.

Sponsored

A post shared by Maria☀️ (@mariksa_10) on

Negeri Beruang Merah akan menjalani masa liburan selama lebih dari seminggu setelah Tahun Baru. Tahun ini, Moskow menutup jalan-jalan utama dan mendirikan panggung musik besar untuk konser selama libur tahun baru.

Suhu yang hangat membuat warga Rusia tidak dapat bermain ski di daerah pergunungan dan seluncur es di pusat-pusat kota. Salah satu meme yang viral di Rusia menunjukkan secangkir salju dijual seharga US$80 sen.

Alexei Navalny, politikus oposisi, mengatakan bahwa pengiriman salju buatan merupakan lelucon besar yang mempermalukan pemerintah.

Namun, seorang warga Moskow membela langkah pemerintah. Dia menilai tidak ada yang salah dengan menggunakan salju buatan.

"Pemerintah melakukan apa yang harus dilakukan agar masyarakat merasakan perayaan yang menyenangkan. Menurut saya, mereka mengambil langkah yang benar," kata dia.

Di sebuah acara seluncur es di Tverskaya Street, Elena Karavayeva mengatakan dia tidak ingat pernah merayakan tahun baru tanpa salju.

"Tanpa salju, tahun baru akan menyedihkan. Saya berencana membawa anak-anak ke taman dan membiarkan mereka bermain salju di sana, tetapi sepertinya saya harus memikirkan rencana lain," ujar Karavayeva.

Pejabat kota menyatakan, salju buatan dibawa untuk acara snowboarding yang akan dimulai pada 1 Januari. Kepala Departemen Perdagangan dan Jasa Moskow Alexei Nemeryuk menjelaskan bahwa salju buatan itu merupakan hasil pemotongan es dari arena seluncur es setempat.

"Ada beberapa balok es yang tersisa ... Kami menggunakannya kembali," kata dia.

Rusia merupakan salah satu negara yang menandatangani Persetujuan Paris 2015 untuk memerangi pemanasan global.

Dalam konferensi pers yang dirilis pekan lalu, Presiden Vladimir Putin menyebut bahwa krisis iklim merupakan ancaman langsung bagi Rusia. Dia mengungkapkan bahwa tahun ini, Rusia memanas 2,5 kali lebih cepat dari rata-rata.

Meski menyadari ancaman krisis iklim, Rusia baru-baru ini membatalkan rencana untuk menetapkan target emisi gas rumah kaca. Putin menyebut, perubahan iklim bisa saja disebabkan oleh pergeseran poros Bumi, bukan karena gas rumah kaca.

"Tidak ada yang benar-benar tahu penyebab perubahan iklim. Tapi, setiap pihak tetap harus melakukan upaya terbaik untuk mencegah perubahan iklim yang dramatis," ujar dia. (The Guardian)

Berita Lainnya