logo alinea.id logo alinea.id

Satu WNI korban penembakan di Selandia Baru meninggal

WNI yang meninggal dunia atas nama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 16 Mar 2019 18:26 WIB
Satu WNI korban penembakan di Selandia Baru meninggal

Warga negara Indonesia yang menjadi korban penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru, Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dipastikan meninggal dunia. Konfirmasi tersebut diperoleh sore (16/3) ini dari pengurus Masjid Al Noor, salah satu dari dua lokasi penembakan.

"Segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menlu Retno berbicara langsung dengan Ibu Nina, istri almarhum. Dalam pembicaraan via telepon tersebut, Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam Pemerintah Indonesia atas meninggalnya almarhum," kata Direktur PWNI dan BHI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal lewat pesan tertulisnya yang diterima Alinea.id.

Iqbal menambahkan, "Menlu Retno juga menyampaikan bahwa pemerintah, melalui Duta Besar RI akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan."

Dilaporkan terdapat sekitar tujuh WNI yang berada di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood saat terjadi aksi penembakan pada Jumat (15/3). Empat di antaranya dinyatakan selamat, dua orang terluka dan saat ini masih dalam perawatan serta satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis KBRI Wellington yang diterima Alinea.id disampaikan bahwa Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya pada malam ini bersama segenap masyarakat Indonesia mengunjungi kediaman keluarga mendiang Lilik di Christchurch dalam rangka memberikan support terhadap musibah ini.

Pada sore harinya, Dubes Tantowi melakukan peninjauan ke Masjid Al Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di taman Hagley Park.

"Sebelumnya, pak dubes dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk WNI yang menjadi korban penembakan, Zulfirman Syah, di Christchurch Public Hospital. Beliau telah menjalani multiple operations dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis. Kondisi anak dari Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini diketahui sudah stabil," sebut pernyataan KBRI Wellington.

KBRI Wellington mengungkapkan apresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama masa perawatan suaminya.

Sponsored

"KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

Sejak Jumat, KBRI Wellington telah membentuk posko sementara yang bekerja selama 24 jam. Posko ini bertugas untuk memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington juga membuka hotline dan menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam, yaitu Rendy Ramanda (+6421 1950 980) dan Luth Anugranya (+6422 3812 065). 

Untuk menghindari hoaks, KBRI Wellington secara berkala memberikan informasi apabila ada perkembangan terbaru.

Dan hingga hari ini Kepolisian Selandia Baru masih memberlakukan imbauan penutupan masjid di seluruh Selandia Baru hingga dipastikan keadaan aman.