sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sempat hilang, Wali Kota Seoul ditemukan tewas

Pihak berwenang belum menyatakan penyebab kematian Park Won-soon.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 10 Jul 2020 10:50 WIB
Sempat hilang, Wali Kota Seoul ditemukan tewas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Polisi di Seoul, Korea Selatan, telah menemukan mayat Wali Kota Park Won-soon yang sempat menghilang pada Kamis (9/7). Jasadnya ditemukan di Gunung Bugak, bagian Utara Seoul, di sekitar tempat terakhir polisi mendeteksi sinyal teleponnya.

Pihak berwenang belum menyatakan penyebab kematian Park Won-soon.

Beberapa jam sebelum Park Won-soon menghilang, muncul kabar bahwa seorang karyawan wanita telah mengajukan klaim pelecehan seksual terhadapnya. Namun, belum ada yang dapat mengonfirmasikan bahwa kabar tersebut menjadi pemicu kehilangannya.

Menurut seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Seoul, Kim Ji-hyeong, Park Won-soon tidak masuk kerja pada Kamis dan membatalkan pertemuan dengan seorang pejabat presiden di kantor Balai Kota Seoul.

Petugas polisi, Lee Byeong-seok, mengatakan kepada wartawan bahwa Park Won-soon tertangkap CCTV pada pukul 10.53 di dekat pintu masuk daerah berhutan di mana sinyal teleponnya terakhir terdeteksi.

Sekitar 600 polisi dan petugas pemadam kebakaran, dengan bantuan pesawat tanpa awak dan anjing pelacak, mencari keberadaan Park Won-soon di daerah itu selama berjam-jam.

Park Won-soon terpilih sebagai Wali Kota Seoul pada 2011. Dia kembali dipercaya untuk melanjutkan masa jabatan ketiga dan terakhirnya pada Juni 2019.

Dengan terpilihnya kembali pada 2019, dia menjadi wali kota pertama Seoul yang memerintah hingga tiga masa jabatan.

Sponsored

Sebagai anggota Partai Demokrat, Park Won-soon dilaporkan tengah dipertimbangkan menjadi calon presiden untuk Pilpres 2022.

Park Won-soon merupakan mantan aktivis sipil dan pengacara hak asasi manusia. Dia juga kerap mengkritik ketimpangan sosial dan skandal korupsi di Negeri Ginseng.

Sumber : BBC

Berita Lainnya