sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Serangan teroris di Kenya tewaskan 21 orang

Lima teroris Al-Shabaab adalah bagian dari 21 orang yang tewas dalam serangan di sebuah hotel dan kompleks bisnis kelas atas di Kenya.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 17 Jan 2019 11:03 WIB
Serangan teroris di Kenya tewaskan 21 orang

Jumlah korban tewas akibat serangan teroris di sebuah hotel dan kompleks bisnis kelas atas di Nairobi, Kenya, meningkat jadi 21. 

Terbaru, pada Rabu (16/1), Inspektur Jenderal Polisi Kenya Joseph Boinnet menyatakan jumlah korban bertambah setelah polisi menemukan enam mayat dari tempat kejadian dan adanya seorang petugas polisi meninggal di rumah sakit setelah menderita luka-luka.

Dia menguraikan, sebanyak 28 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit dan membenarkan bahwa lima teroris tewas.

Dari 21 orang yang tewas, 16 di antaranya adalah warga Kenya, satu warga Inggris, satu warga Amerika Serikat, dan tiga adalah warga keturunan Afrika yang belum teridentifikasi kewarganegaraannya.

Kepolisian, lanjutnya, juga telah menangkap dua tersangka utama yang diyakini memfasilitasi serangan.

Dalam pidato yang disiarkan melalui jaringan televisi pada Rabu, Presiden Uhuru Kenyatta mengumumkan bahwa setelah berjuang sepanjang malam, pasukan keamanan berhasil merebut kembali kompleks dan membunuh semua ekstremis.

"Kami akan mencari setiap orang yang terlibat dalam pendanaan, perencanaan, dan pelaksanaan tindakan keji ini," ucapnya.

Serangan teror ini menunjukkan kemampuan kelompok bersenjata Al-Shabaab untuk terus menyerbu ibu kota Kenya menggunakan senjata dan bahan peledak meskipun sudah mendapat perlawanan dari aparat keamanan setempat. 

Sponsored

Bahkan rekaman kamera keamanan yang dirilis ke media lokal menunjukkan seorang militan meledakan dirinya sendiri di halaman kompleks.

Al-Shabaab, yang berbasis di Somalia dan bersekutu dengan al-Qaeda, mengklaim bertanggung jawab atas aksi teror itu.

Ini bukan kali pertama Al-Shabaab menyerang Kenya. Pada 2013 kelompok teroris itu melancarkan aksinya di Westgate Mall, Nairobi yang menewaskan 67 orang, serta menyerang Garissa University di Kenya pada 2015, merenggut 147 nyawa.

Walaupun serangan udara AS dan pasukan Uni Afrika di Somalia telah berupaya untuk menghentikan operasi al-Shahab, kelompok itu masih mampu melakukan tindakan teror skala besar sebagai pembalasan atas kampanye militer Kenya yang menentangnya.

Pertumpahan darah di Nairobi diduga dirancang untuk merusak citra stabilitas dan industri pariwisata negara yang menjadi sumber pendapatan penting bagi Kenya.

Pada Selasa (15/1) malam waktu setempat pemerintah menyatakan bahwa polisi berhasil mengamankan bangunan di daerah kompleks. Namun, baku tembak berlanjut hingga Rabu pagi.

Beberapa ledakan keras terdengar pada Rabu ketika tim berusaha membersihkan kompleks dari jebakan berupa bahan peledak lainnya.

Palang Merah Kenya mengatakan bahwa 50 orang masih belum diketahui keberadaannya. Tetapi banyak dari mereka diyakini tidak berada di kompleks selama serangan berlangsung.

Ken Njoroge, seorang eksekutif tinggi dari sebuah perusahaan yang berkantor kompleks DusitD2 mengatakan dia tidak dapat menemukan beberapa karyawannya.

Terjebak dalam serangan di Nairobi, seorang pria bernama Davis menggambarkan bagaimana dia bersama rekan-rekannya melarikan diri melalui tangga darurat.

"Ini pengalaman yang traumatis," ungkapnya.

Namun, Davis mengatakan dia terkesan melihat kekuatan diri dan kepedulian orang-orang yang saling membantu di tengah bahaya.

Sedangkan warga AS yang tewas dalam serangan itu teridentifikasi sebagai Jason Spindler, salah satu pendiri dan direktur pelaksanan I-DEV International yang berbasis di San Francisco.

Ayah Spindler, Joseph, mengatakan putranya bekerja dengan perusahaan internasional untuk membentuk kemitraan bisnis di Kenya dengan tujuan mendorong ekonomi lokal.

Spindler yang dibesarkan di Houston sebelumnya selamat dari tragedi 9/11. Saat itu dia dipekerjakan oleh sebuah perusahaan keuangan di World Trade Center tetapi terlambat tiba di kantor. Akibatnya, Spindler baru keluar dari kereta bawah tanah ketika menara pertama runtuh. (AP)

Berita Lainnya
×
tekid