sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Subsidi BBM dicabut, Ekuador umumkan situasi darurat

Protes meluas di seluruh Ekuador usai pengumuman diakhirinya subsidi BBM, kebijakan yang telah berusia 40 tahun.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 04 Okt 2019 12:46 WIB
Subsidi BBM dicabut, Ekuador umumkan situasi darurat

Pemerintah Ekuador telah mengumumkan keadaan darurat setelah para pemrotes yang menentang kenaikan harga bahan bakar mengganggu transportasi nasional. Presiden Lenin Moreno mengatakan dia memberlakukan tindakan itu untuk menjamin keamanan warga negara dan menghindari kekacauan.

Para pengunjuk rasa marah dengan keputusan Moreno untuk mengakhiri subsidi bahan bakar yang telah berusia 40 tahun. Menurutnya, kebijakan itu sudah tidak lagi terjangkau.

Harga solar dan bensin diperkirakan lebih dari dua kali lipat.

Subsidi bahan bakar menelan biaya US$1,3 miliar per tahun.

Pada Kamis (3/10), para siswa dan sektor transportasi memimpin pemogokan nasional. Pengemudi taksi, bus dan truk memblokir jalan dan jembatan di Ibu kota Quito dan Kota Guayaquil.

Beberapa pemrotes bentrok dengan polisi, yang menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Menteri Dalam Negeri Maria Paula Romo mengatakan 19 orang telah ditangkap.

"Kurangnya transportasi memengaruhi kita semua, tetapi sama pula halnya dengan kenaikan harga bensin akan mempengaruhi kita," kata pemilik bisnis yang berbasis di Quito, Cesar Lopez

Beberapa pengunjuk rasa membakar ban dan melemparkan benda-benda ke mobil van lapis baja, menuai kritik dari Moreno.

Sponsored

Presiden Moreno, yang mulai menjabat pada 2017, mengatakan dia tidak akan membiarkan pengunjuk rasa "memaksakan kekacauan".

Di bawah tindakan darurat, pemerintah Moreno dapat membatasi kebebasan dan mengerahkan pasukan bersenjata untuk menjaga ketertiban.

Penghapusan subsidi bahan bakar, yang diperkenalkan pada 1970-an, adalah bagian dari rencana Moreno untuk menopang perekonomian Ekuador yang lesu dan meringankan beban utangnya.

Pemerintah Ekuador telah sepakat untuk memotong pengeluaran publik sebagai bagian dari kesepakatan pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Perjanjian, yang ditandatangani pada Maret, memungkinkan Ekuador untuk meminjam US$4.2 miliar.

Pada Selasa (1/10), Ekuador mengumumkan akan meninggalkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memompa lebih banyak minyak dan meningkatkan pendapatan.

Sumber : BBC

Berita Lainnya