sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tersangka kasus helikopter penjemput 36 bungkus nasi ganja akan didakwa

Pemilik restoran sempat tertawa keras mendengar ada yang memesan nasi ganja dan akan menjemputnya dengan helikopter.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Senin, 02 Mei 2022 08:52 WIB
Tersangka kasus helikopter penjemput 36 bungkus nasi ganja akan didakwa

Ipoh, ibu kota negara bagian Perak di Malaysia heboh pada Juli lalu karena sebuah helikopter mendarat di padang Ipoh, lapangan yang ikonik di kota itu. Bukan untuk kepentingan yang besar atau kenegaraan, Helikopter itu urusannya cuma mau angkut 'nasi ganja'.

Pemilik restoran, Mohamed Nihmatullah Syed Mustafa sempat tertawa, bahkan digambarkan, sangat keras ketika mendengar seorang memesan 36 nasi ganja dan akan mengambilnya dengan helikopter. 

Tetapi helikopter memang benar-benar menjemput pesanan itu. Kabarnya yang memesan adalah seorang dato di Kuala Lumpur. Cerita ini viral di media sosial Malaysia berikut videonya. Namun, buntutnya panjang. Polisi mengusut adanya pelanggaran hukum dalam kasus penjemputan nasi ganja, yang sensasional itu. 

Nasi ganja adalah julukan nasi kandar yang terkenal di kota itu. Dijuluki “nasi ganja” karena dianggap 'bikin nagih'bagi orang yang menyantapnya. Satu bungkus harganya sekitar Rp34 ribu.

Polisi mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut telah selesai dan surat-surat investigasi dikirim ke kantor kejaksaan. Tersangka dalam kasus helikopter penjemput "nasi ganja" itu akan didakwa di pengadilan hakim Ipoh pada 9 Mei.

Direktur departemen investigasi kriminal Bukit Aman, Abdul Jalil Hassan, mengatakan polisi diinstruksikan untuk mendakwa tersangka berdasarkan Peraturan Penerbangan Sipil karena pelanggaran rencana penerbangan yang diajukan saat mendaratkan pesawat di lokasi selain aerodrome yang ditentukan.

Jika terbukti bersalah, tersangka menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara, denda hingga RM50.000, atau keduanya.

Kepala polisi Perak Mior Faridalathrash Wahid sebelumnya mengatakan izin perjalanan telah diberikan oleh polisi di Selangor untuk memungkinkan helikopter melakukan perjalanan ke Ipoh dalam "putaran pemeliharaan".

Sponsored

Pemilik helikopter, Mohamed Raffe Chekku, kemudian mengatakan bahwa penerbangan itu sudah sesuai jalur.

Berita Lainnya