sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Toilet hingga pengadilan terdampak penutupan pemerintahan AS

Hingga saat ini, Trump dinilai belum menunjukkan tanda-tanda siap mengakhiri penutupan pemerintahan Amerika Serikat.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 03 Jan 2019 15:27 WIB
Toilet hingga pengadilan terdampak penutupan pemerintahan AS

Ketika Ralph Snake berjalan melintasi National Mall di Washington, Amerika Serikat, pada Rabu (2/1), dia berhenti sejenak untuk memungut beberapa sampah yang terkumpul di hamparan rumput. Dulunya tempat itu bersih, namun sejak government shutdown atau penutupan pemerintah, kondisinya berubah.

"Saya memutuskan untuk membersihkan bagian ini, karena itulah yang akan dilakukan seorang Amerika," tutur Snake yang merupakan seorang Ho-Chunk dari Wisconsin.

Snake datang ke ibu kota AS untuk menyaksikan pelantikan Sharice Davids sebagai salah satu dari dua wanita pertama keturunan asli Amerika yang menjadi anggota Kongres. 

"Hanya karena penutupan pemerintahan, hati kita tidak lantas tertutup," ungkap Snake.

Government shutdown yang telah memangkas banyak layanan pemerintah kini sudah memasuki hari ke-12. Akhir 'drama' ini belum terlihat.

Penutupan pemerintahan ini bersumber dari kebuntuan antara anggota Kongres Partai Demokrat yang menentang dana sebesar US$5,6 miliar yang dituntut Presiden Donald Trump untuk pembangunan dinding perbatasan dengan Meksiko.

Dampak penutupan pemerintahan pun meluas. Taman-taman nasional menutup lahan perkemahan karena khawatir toilet akan dipenuhi kotoran manusia. Ratusan ribu karyawan federal bekerja tanpa bayaran. Sistem pengadilan imigrasi sebagian besar ditutup.

Prospek untuk mengakhiri pertikaian dinilai tidak jelas, bahkan setelah para pemimpin Kongres mengunjungi Trump di Gedung Putih.

Sponsored

Di Washington, 17 museum yang dikelola oleh Smithsonia serta Kebun Binatang Nasional juga tutup pada hari Rabu kemarin setelah kehabisan dana darurat. Hal ini membuat banyak wisatawan kecewa.

"Ini sulit dipercaya," tutur Laura Vanbragt, seorang siswa berusia 20 tahun dari Grand Rapids, Michigan. "Seharusnya ada lebih banyak komunikasi di antara keduanya (Demokrat dan Trump)."

Warga lainnya, Clint Woods (43), menilai Demokrat dan Trump bak dua anak yang bertengkar. "Keduanya berpikir mereka benar, dan mereka mempertahankan sikap tersebut."

Taman Nasional Joshua Tree di California, sekitar 209km di timur Los Angeles, adalah satu di antara banyak taman nasional di seluruh negeri yang membatasi operasinya. Mereka menutup sejumlah perkemahannya pada Rabu kemarin karena toilet luar ruangan, yang tidak dapat dikosongkan akibat kurangnya staf, telah mencapai kapasitas hingga menciptakan potensi bahaya kesehatan.

Bekerja tanpa dibayar

Tidak seperti pada beberapa penutupan pemerintah sebelumnya, banyak taman nasional tetap buka, meski pun tanpa staf untuk mengumpulkan sampah dan layanan toilet. 

Para advokat telah menyuarakan peringatan bahwa perpanjangan government shutdown dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Kami sangat prihatin dengan laporan yang kami lihat tentang limbah manusia di tempat-tempat yang tidak pantas," kata John Garder, direktur senior anggaran dan alokasi untuk Asosiasi Konservasi Taman Nasional. "Sampah adalah masalah serius bagi satwa liar."

Enam puluh dua pengadilan imigrasi terdampak government shutdown. Ratusan hakim mengambil cuti, dan hanya kasus imigran yang ditahan yang disidangkan.

Sementara itu, sekitar 800.000 pekerja pemerintah, baik yang cuti atau bekerja, tidak akan menerima upah sampai government shutdown berakhir.

Shekina Givens, seorang petugas Administrasi Keamanan Transportasi berusia 32 tahun di Atlanta dan presiden cabang lokal dari sebuah serikat pekerja yang mewakili pegawai pemerintah, mengatakan dia menghindari penggunaan kartu kreditnya dan menunda beberapa pengeluaran.

"Saya satu-satunya orang yang bekerja di rumah saya dan membayar semua tagihan," katanya.

Trump telah memperingatkan bahwa penutupan pemerintahan dapat berlangsung lama seiring dengan sikapnya yang bersikeras mendapatkan dana pembangunan dinding perbatasan.

Satu hari sebelum Demokrat mengambil alih kendali DPR pada Kamis (3/1) setelah menang dalam pemilu paruh waktu pada November 2018, Trump tidak menunjukkan tanda-tanda siap bernegosiasi.

"Yang sedang kita bicarakan adalah keamanan nasional," tegasnya dalam pertemuan kabinet.

Trump melanjutkan, isu ini terlalu penting untuk dijauhi dan dia siap untuk bertahan selama yang diperlukan untuk mengamankan dana yang dia tuntut dari Kongres.

"Saya rasa rakyat di negara ini berpikir bahwa saya benar," tutur Trump.

Trump diagendakan untuk mengadakan pembicaraan dengan politikus top Demokrat Nancy Pelosi dan Chuck Schumer pada Kamis dalam upaya memecahkan kebuntuan.

Pelosi kelak akan menduduki kursi sebagai ketua DPR, dan Schumer akan menjadi pemimpin minoritas Senat. Pertemuan keduanya dengan Trump belah pada 11 Desember 2018 diwarnai perdebatan sengit. 

Pada 2 Januari kemarin, Pelosi dan Shcumer mengunjungi Gedung Putih untuk menghadiri pengarahan terkait keamanan perbatasan bersama Trump dan pimpinan Kongres lainnya.

Bagi kubu Demokrat, dinding perbatasan yang merupakan salah satu janji kampanye utama Trump, adalah pengalihan dari isu imigrasi yang lebih kompleks dan alat bagi Trump untuk meningkatkan sokongan di antara pendukungnya yang konservatif.

Setelah mengambil alih DPR, Demokrat mengatakan berencana untuk dengan cepat menyetujui RUU demi membuka kembali seperempat kegiatan pemerintah yang telah ditutup sejak 22 Desember, meski pengesahannya di Senat menghadapi ketidakpastian. Dan rencana anggaran Demokrat tersebut tidak mencakup dana pembangunan dinding perbatasan yang diinginkan Trump. (Channel News Asia)