close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Warga membersihkan puing-puing kehancuran Topan Otis di Puerto Marques, Negara Bagian Guerrero, Meksiko, pada 28 Oktober 2023. Foto Rodrigo Oropeza, AFP
icon caption
Warga membersihkan puing-puing kehancuran Topan Otis di Puerto Marques, Negara Bagian Guerrero, Meksiko, pada 28 Oktober 2023. Foto Rodrigo Oropeza, AFP
Dunia
Senin, 30 Oktober 2023 13:02

Topan Otis seperti bom, membuat Acapulco yang indah porak-poranda

Saat topan melanda, Kapten Alejandro Cortez, 66, bercerita ia buru-buru meninggalkan kapal pesiarnya.
swipe

Acapulco, tempat wisata yang indah, pernah memikat bintang-bintang Hollywood seperti Elizabeth Taylor dan Elvis Presley, belum pernah mengalami badai Kategori 5 seperti Otis, yang menderu-deru ke darat pada Rabu pekan lalu. Angin topan membuat gedung-gedung yang dibangun selama beberapa dekade tampak seperti baru saja dibom.

Jumlah korban tewas akibat badai tersebut meningkat pada hari Minggu (29/10) setelah lima orang lagi dipastikan tewas di Coyuca de Benitez, sebelah utara kota tersebut.

Sekitar 36 orang masih hilang, kata pihak berwenang pada tengah hari disitir France24.

Penghitungan korban jiwa berjalan lambat setelah badai tersebut meruntuhkan sistem telekomunikasi, yang secara bertahap kembali normal pada akhir pekan. Namun para penyintas yang frustrasi, selama berhari-hari tidak dapat berkomunikasi dengan kelaurga untuk memberi tahu bahwa mereka aman. Mereka menuduh pihak berwenang tidak memberikan tanggapan yang memadai.

Organisasi Meteorologi Dunia menggambarkan badai ini sebagai "salah satu siklon tropis dengan intensitas paling cepat yang pernah tercatat," yang di zaman modern hanya dikalahkan oleh badai Pasifik lainnya, Patricia, pada tahun 2015.

Kecepatan intensifikasi Otis mengejutkan pemerintah dan para peramal cuaca, sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk mengeluarkan peringatan dan mempersiapkan penduduk sebelum kedatangannya.

Kerugian miliaran dolar

Bantuan akhirnya mulai berdatangan pada akhir pekan, perkiraan awal menyebutkan kerusakan akibat badai tersebut mencapai sekitar US$15 miliar.

Pemerintah setempat menyebut, sekitar 273.000 rumah, 600 hotel, dan 120 rumah sakit rusak, serta sejumlah restoran dan tempat usaha hancur.

Pasukan keamanan berjumlah sekitar 17.000 orang dikerahkan di seluruh wilayah tersebut setelah adanya laporan bahwa supermarket telah dijarah.

Selain itu, tentara dan angkatan laut Meksiko mendirikan jembatan udara untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan.

Ribuan liter air dan persediaan makanan telah didistribusikan di kota resor, yang berpenduduk 780.000 orang.

Pemerintah sebelumnya mengatakan para korban yang membutuhkan perawatan khusus diterbangkan ke rumah sakit lain di Meksiko.

Pada tahun 1997, Badai Paulina melanda wilayah Acapulco sebagai badai Kategori 4, menewaskan lebih dari 200 orang.

Kapal dan perahu hancur 

Saat topan melanda, Kapten Alejandro Cortez, 66, bercerita ia buru-buru meninggalkan kapal pesiarnya.

“Kami berlari, kami melompat ke bawah, dan meninggalkan kapal,” kenangnya dari dermaga tempat ia memandangi air, mengingat ombak setinggi tujuh meter.

Topan itu membuat puluhan pecahan perahu berserakan di teluk pada hari Minggu. Kapal pesiar dan perahu yang hancur menumpuk di pantai.

Sementara itu, pemerintah Meksiko pada hari Minggu mengintensifkan upaya untuk memulihkan kota pesisir tersebut.

Penjarahan terjadi ketika makanan, air, dan bensin menjadi langka setelah kehancuran yang disebabkan oleh Otis, yang menurut pemerintah pada hari Minggu telah menewaskan 48 orang, dan enam orang hilang.

Gubernur negara bagian Guerrero di bagian selatan, tempat Acapulco berada, sebelumnya mengatakan 36 orang masih belum ditemukan.

Sehari sebelumnya, jumlah korban tewas mencapai 39 orang dan 10 hilang.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan sebagian besar anggota kabinetnya sudah berada atau menuju Acapulco, dan dia akan kembali ke sana pada Minggu malam untuk memimpin upaya pemulihan ketika ribuan tentara dan polisi turun ke kota tersebut.

“Kami akan membuat Acapulco bangkit kembali, dimulai dari masyarakatnya,” katanya dalam sebuah video di media sosial dikutip Reuters. (france24, reuters)

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan