sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Total 737 orang tewas sejak kudeta militer di Myanmar

Selain itu, militer dilaporkan telah menahan total 3.229 orang sejak kudeta pada awal Februari.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 19 Apr 2021 18:38 WIB
Total 737 orang tewas sejak kudeta militer di Myanmar

Sebuah kelompok pemantau di Myanmar telah meminta komunitas internasional untuk bertindak, mengungkapkan keprihatinan atas penyiksaan dan pembunuhan pengunjuk rasa antikudeta di negara Asia Tenggara itu.

Pada Minggu (18/4) malam, militer mempublikasikan foto yang memperlihatkan kondisi sejumlah pemrotes yang berada dalam tahanan.

Militer merilis foto wajah empat pria dan dua wanita yang tampak berlumuran darah dan memar. Salah satu wanita memiliki rahang yang bengkak dan mata yang memar.

"Junta menggunakan penyiksaan sebagai kebijakannya," kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada Minggu. "Jika komunitas internasional tidak bertindak, penyiksaan dan kematian jelas akan berlanjut," tambah AAPP

Menurut AAPP, pasukan keamanan telah membunuh 737 orang sejak kudeta militer pada 1 Februari dan menahan total 3.229 orang lainnya di seluruh negeri.

"APP prihatin dengan semua yang ditahan, terutama di lokasi yang dirahasiakan," tutur mereka.

Menurut lembaga penyiaran milik militer, MRTV, enam tahanan tersebut ditangkap pada Minggu di Yankin, pinggiran Kota Yangon.

Penyiar MRTV mengatakan, keenam orang itu terlibat dalam pengeboman pada Sabtu (17/4) pukul 14.00 di luar kantor pemerintah Yankin di mana tiga tentara pemerintah terluka. Mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Sponsored

Myanmar berada dalam kekacauan sejak Jenderal Senior Ming Aung Hlaing merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil pada 1 Februari.

Di tengah protes, pembunuhan dan penangkapan massal yang terus berlanjut, PBB telah memperingatkan situasi di Myanmar mungkin menuju konflik besar-besaran.

Kim Jolliffe, seorang peneliti hubungan sipil dan militer Myanmar, menilai bahwa keputusan militer untuk menyiarkan gambar keenam tahanan itu bertujuan untuk menyebarkan ketakutan.

"Strategi junta Myanmar dari awal sampai akhir didasarkan pada langkah yang sama yakni, 'Kami bisa lebih brutal dari Anda. Kami bisa menjadi lebih menyakitkan dan menakutkan daripada Anda'," kata Jolliffe.

Kekerasan aparat keamanan di Myanmar telah menuai kecaman dari negara-negara Barat dan kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya dari beberapa anggota ASEAN.

ASEAN tengah berusaha mencari jalan keluar dari kekacauan yang melanda Myanmar, tetapi militer menunjukkan sedikit kesediaan untuk terlibat dalam pembicaraan dengan anggota pemerintahan sipil yang digulingkannya. 

Namun, seorang pejabat pemerintah Thailand pada Sabtu mengatakan bahwa Min Aung Hlaing akan menghadiri KTT ASEAN di Jakarta, Indonesia, pada 24 April.

Itu akan menjadi pertemuan pertamanya dengan para pemimpin negara lain sejak dia merebut kekuasaan.

Namun, undangan ASEAN telah memicu kemarahan di Myanmar. National Unity Government, kelompok yang terdiri dari anggota parlemen terpilih yang digulingkan dan penentang militer lainnya, meminta blok regional untuk bernegosiasi dengan mereka alih-alih dengan militer.

Militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi setelah menuduh kecurangan yang meluas dalam pemilu pada 2020 yang dimenangkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) secara telak. 

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya