sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

UNHCR lakukan proses registrasi migran Rohingya di Aceh

Dari 99 pengungsi Rohingya, sebanyak 25 anak di bawah umur yang berusia antara lima hingga 17 tahun, terpisah dari keluarga.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 09 Jul 2020 14:29 WIB
UNHCR lakukan proses registrasi migran Rohingya di Aceh
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) telah memulai proses registrasi 99 pengungsi Rohingya di Aceh sejak 5 Juli 2020. Proses ini diperkirakan selesai pada 12 Juli.

"Sampai Kamis (9/7), 65 dari 99 migran telah terdaftar oleh UNHCR Indonesia," jelas Menlu Retno dalam konferensi pers virtual pada Kamis (9/7).

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan gugus tugas nasional untuk pengungsi mengirim tim ke Kota Lhokseumawe. Tujuannya untuk memperkuat koordinasi terkait penanganan pengungsi Rohingya dengan pemerintah lokal, UNHCR, IOM, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Akhir pekan ini, para pengungsi akan dipindahkan ke tempat penampungan baru di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee," sambung Retno.

Palang Merah Indonesia (PMI) di Lhokseumawe, didukung oleh International Committee of the Red Cross (ICRCI dan IOM, telah memulai program "family link" yang ditujukan untuk menghubungkan kembali pengungsi yang terpisah dari keluarga mereka.

"Dari 99 pengungsi Rohingya, sebanyak 25 anak di bawah umur yang berusia antara lima hingga 17 tahun, terpisah dari keluarga mereka," kata dia.

Terkait dua migran yang pekan lalu dirawat di fasilitas kesehatan militer setempat, Menlu Retno menyatakan, mereka sudah dinyatakan pulih dan dikembalikan ke tempat penampungan sementara.

RSUD Cut Meutia di Aceh Utara telah siaga untuk mengantisipasi migran Rohingya yang sakit dengan kondisi serius.

Sponsored

Pengungsi Rohingya terdiri dari 17 laki-laki, 48 perempuan dewasa, serta 34 anak-anak di bawah usia 18 tahun. Pada 22 Juni, mereka diselamatkan nelayan Aceh setelah kapal yang mereka tumpangi rusak dan terapung di laut.

Berita Lainnya