logo alinea.id logo alinea.id

Uni Eropa tolak akui perubahan perbatasan Israel-Palestina

Uni Eropa menegaskan tidak akan mengakui setiap perubahan pada perbatasan pra-1967.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 13 Sep 2019 10:22 WIB
Uni Eropa tolak akui perubahan perbatasan Israel-Palestina

Uni Eropa tidak akan mengakui perubahan apa pun yang berkaitan dengan perbatasan Israel-Palestina. Demikian disampaikan seorang pejabat pada Rabu (11/9), sebagai tanggapan atas pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu yang berencana menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat.

"Sebagaimana ditegaskan kembali dalam sejumlah kesimpulan Dewan Urusan Luar Negeri, Uni Eropa tidak akan mengakui setiap perubahan pada perbatasan pra-1967, termasuk berkaitan dengan Yerusalem selain yang sudah disepakati oleh semua pihak," kata seorang juru bicara EU.

Pernyataan itu dikeluarkan satu hari setelah Netanyahu berjanji bahwa jika dia menang dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September dia akan mencaplok Lembah Yordania dan Laut Mati bagian utara.

Juru bicara Uni Eropa itu menekankan kebijakan mengenai pembangunan permukiman dan perluasan, termasuk di Yerusalem Timur, merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Itu akan merusak kelangsungan hidup penyelesaian dua-negara (two state solution) dan prospek bagi perdamaian yang langgeng," tambah juru bicara tersebut.

Sebanyak 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah Palestina yang diduduki dan menganggap semua kegiatan permukiman Yahudi di sana tidak sah. (Ant)

Sponsored