sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update konflik Rusia-Ukraina: Terjadi pertempuran sengit di Azovstal

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan pada Jumat (6/5) waktu setempat, bahwa hampir 500 warga sipil telah dievakuasi dari pabrik baja.

 Hasbie Ibnu Harris
Hasbie Ibnu Harris Jumat, 06 Mei 2022 22:50 WIB
Update konflik Rusia-Ukraina: Terjadi pertempuran sengit di Azovstal

Pertempuran sengit berlanjut di pabrik besi dan baja Azovstal yang terkepung di Mariupol, tempat pasukan Rusia mengintensifkan serangan mereka. 

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan pada Jumat (6/5) waktu setempat, bahwa hampir 500 warga sipil telah dievakuasi dari pabrik baja dan sekitarnya. Pejabat itu menambahkan "bahwa tahap selanjutnya sedang berlangsung dalam menyelamatkan orang-orang kami" dari fasilitas tersebut.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan situasi di pabrik itu sebagai "neraka", terutama bagi "banyak anak yang masih ada di sana." Sebuah konvoi bantuan PBB sedang dalam perjalanan ke kota pelabuhan yang hancur itu.

Di sisi lain, para duta besar Uni Eropa sedang memperdebatkan rencana untuk melarang impor minyak Rusia, yang akan memotong sumber utama pendanaan untuk Kremlin. Namun, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban Jumat memperingatkan bahwa proposal itu akan sama dengan "menjatuhkan bom nuklir pada ekonomi Hongaria," membuktikan keretakan tetap ada dalam tanggapan blok ekonomi tersebut terhadap Moskow. Para duta besar sekarang mempertimbangkan untuk memberikan perpanjangan waktu yang lebih lama ke Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko.

Di medan perang, Gubernur wilayah Luhansk di Ukraina Timur menggambarkan situasi di sana sebagai "horor terus-menerus," menuduh pasukan Rusia pada Jumat merusak rumah dan infrastruktur.

Sementara itu, pasukan Ukraina telah melakukan serangan balik di kota Kharkiv dan Izyum, dan mengakibatkan bentrokan hebat yang sedang berlangsung di Timur, demikian menurut Jenderal Valerii Zaluzhnyi, perwira tinggi militer Ukraina.
 

 

Sumber: washingtonpost.com

Sponsored
Berita Lainnya