logo alinea.id logo alinea.id

Wabah campak meluas di Filipina, 26 orang tewas

Terdapat lebih dari 1.500 kasus wabah campak di Filipina, di mana korban meninggal 26 orang.

Valerie Dante Jumat, 08 Feb 2019 17:16 WIB
Wabah campak meluas di Filipina, 26 orang tewas

Pihak berwenang Filipina pada Kamis (7/2) menyatakan bahwa wabah campak telah menyebar di seluruh negeri, dengan lebih dari 1.500 kasus. Korban tewas akibat wabah ini dalam beberapa pekan terakhir mencapai 26 jiwa.

Sebanyak 441 kasus, termasuk lima kematian, telah terjadi di wilayah Metro Manila. Sementara daerah lain di seluruh Filipina juga terdampak.

Luzon dan Bisaya pun terdampak wabah penyakit ini, terdapat peningkatan jumlah kasus secara drastis di sejumlah daerah lainnya.

Wilayah Calabarzon di selatan Manila telah melihat lonjakan sebesar 2.538%, dengan 575 kasus dilaporkan sejauh ini. Jumlah ini melambung jauh dibandingkan dengan 21 kasus pada 2018. 

Sejak awal 2019, terdapat sembilan kematian akibat campak di Calabarzon.

"Kami memperluas jangkauan wabah dari Metro Manila ke daerah lain karena peningkatan jumlah kasus dalam beberapa pekan terakhir, untuk memperkuat pengawasan jika ada kasus baru, serta mengingatkan para ibu dan pengasuh untuk lebih waspada," ujar Menteri Kesehatan Francisco Duque.

Partisipasi vaksinasi turun setelah program Dengvaxia

Wakil Menteri Kesehatan Eric Domingo mengatakan jumlah vaksinasi campak yang relatif rendah di Filipina dapat dikaitkan dengan program vaksinasi Dengvaxia pada 2016, yang kini telah dibatalkan.

Sponsored

Pada 2017, perusahaan farmasi Prancis Sanofi Pasteur menerbitkan data uji klinis yang menunjukkan bahwa vaksin dengue itu dapat memiliki konsekuensi yang tidak dinginkan bagi pasien yang tidak pernah terinfeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk.

"Analisis ini mengonfirmasi bahwa Dengvaxia memberikan manfaat gigih (protektif) terhadap demam berdarah pada mereka yang memiliki infeksi sebelumnya," jelas Sanofi Pasteur dalam sebuah pernyataan yang mereka keluarkan saat itu. "Namun, bagi mereka yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh virus dengue, analisis menemukan bahwa dalam jangka panjang, lebih banyak kasus penyakit parah dapat terjadi setelah vaksinasi."

Kantor Pengacara Publik Filipina mendakwa pejabat pemerintah atas kematian terkait dengan Dengvaxia.

Duque berusaha meyakinkan para orang tua bahwa vaksinasi campak sama sekali berbeda dengan vaksin Dengxavia. Kepada para orang tua dan pengasuh, Duque menyatakan bahwa vaksin campak aman dan telah digunakan di seluruh dunia selama beberapa dekade.

Kementerian Kesehatan memaparkan bahwa sejak 2018, jumlah anak yang tidak divaksinasi meningkat lebih dari 100.000 anak.