sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO: Lebih dari 87% pasokan vaksin diterima negara kaya

Sebagai perbandingan, Dirjen WHO mengungkapkan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah hanya menerima 0,2% vaksin Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 10 Apr 2021 15:55 WIB
WHO: Lebih dari 87% pasokan vaksin diterima negara kaya

Dalam konferensi pers pada Jumat (9/4), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, negara-negara kaya telah menerima sebagian besar pasokan vaksin Covid-19 di dunia. Sementara itu, negara-negara miskin memperoleh kurang dari 1% pasokan vaksin.

"Dari 700 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan di seluruh dunia, lebih dari 87% diberikan ke negara berpenghasilan tinggi, atas, dan menengah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros menambahkan, sebagai perbandingan, negara-negara berpenghasilan rendah hanya menerima 0,2%.

Menurutnya, secara rata-rata, satu dari empat orang di negara kaya telah menerima suntikan vaksin Covid-19, dibandingkan dengan hanya satu di lebih dari 500 orang di negara berpenghasilan rendah.

"Masih ada ketidakseimbangan yang mengejutkan dalam distribusi vaksin global," lanjutnya.

Tedros mengatakan, ada kekurangan dosis untuk COVAX Facility, aliansi global yang bertujuan untuk menyediakan vaksin Covid-19 bagi negara-negara miskin.

"Kami memahami bahwa beberapa negara dan perusahaan berencana untuk melakukan donasi vaksin bilateral mereka sendiri, tidak menggunakan sarana COVAX karena alasan politik atau komersial mereka sendiri," jelas Tedros. "Pengaturan bilateral ini berisiko memicu ketidaksetaraan distribusi vaksin."

Tedros menjelaskan, mitra COVAX, termasuk WHO, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), dan Gavi, sedang membahas strategi untuk mempercepat produksi dan pasokan vaksin Covid-19.

Sponsored

Aliansi tersebut mencari donasi dari negara-negara dengan kelebihan pasokan vaksin, mempercepat peninjauan lebih banyak vaksin, dan membahas cara-cara untuk memperluas kapasitas produksi global dengan beberapa negara. 

Sumber : CNBC

Berita Lainnya