Penggunaan gadget dan perangkat digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Mulai dari menonton video, bermain gim, hingga menggunakan ponsel atau tablet untuk belajar, aktivitas yang melibatkan layar semakin sulit dipisahkan dari keseharian mereka. Meski teknologi dapat memberikan manfaat edukatif dan membantu proses belajar, penggunaan yang berlebihan tetap perlu mendapat perhatian orang tua.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak terpapar media digital, sementara anak yang lebih besar dianjurkan membatasi waktu layar hingga satu sampai dua jam per hari. Anjuran ini diberikan karena terlalu banyak screen time dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga perkembangan sosial anak.
Temuan serupa juga diungkap dalam penelitian berjudul Impact of Digital Technologies on Health and Wellbeing of Children and Adolescents: A Narrative Review yang diterbitkan dalam New Zealand Journal of Physiotherapy. Penelitian yang dipimpin fisioterapis anak Julie Cullen tersebut menemukan bahwa penggunaan teknologi digital dalam frekuensi tinggi dan durasi yang panjang berkaitan dengan berbagai risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak serta remaja.
"Meskipun teknologi digital menawarkan peluang untuk belajar dan berbagai manfaat lainnya, penggunaan perangkat yang sering dan berkepanjangan dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan dan kesejahteraan anak serta remaja," kata Cullen.
Menurut Cullen, tidak ada batas pasti yang dapat digunakan untuk mendefinisikan screen time berlebihan. Namun, sebagian besar dampak negatif yang ditemukan dalam penelitian tersebut muncul pada anak dan remaja yang menggunakan perangkat digital selama dua hingga enam jam per hari.
Berikut sejumlah dampak yang dapat terjadi jika anak terlalu lama menggunakan gadget atau perangkat elektronik dilansir dari Mayo clinic dan Aukland, Jumat (12/6).
1. Meningkatkan risiko obesitas
Semakin lama anak menghabiskan waktu di depan layar, semakin besar risiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kebiasaan duduk dalam waktu lama membuat aktivitas fisik berkurang, sementara paparan iklan makanan dan kebiasaan ngemil saat menggunakan gadget dapat meningkatkan asupan kalori harian.
2. Mengganggu pola tidur
Paparan layar yang berlebihan dapat membuat anak lebih sulit tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur. Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula maupun lemak.
3. Memicu masalah perilaku dan konsentrasi
Anak usia sekolah yang menghabiskan lebih dari dua jam per hari untuk menonton televisi, bermain video game, atau menggunakan ponsel cenderung lebih berisiko mengalami masalah emosional, sosial, serta gangguan perhatian. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan juga dikaitkan dengan menurunnya kemampuan fokus pada anak.
4. Menurunkan prestasi akademik
Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi waktu belajar dan beristirahat. Anak yang memiliki perangkat elektronik di kamar tidur juga dilaporkan cenderung memiliki performa akademik yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak memilikinya.
5. Meningkatkan paparan konten kekerasan
Paparan konten kekerasan melalui film, video, maupun permainan digital dalam jangka panjang dapat membuat anak menjadi kurang sensitif terhadap perilaku agresif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi cara anak memandang dan menyelesaikan konflik.
6. Mengurangi waktu bermain aktif
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak untuk bermain secara aktif dan kreatif. Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik, kesehatan tubuh, serta kemampuan sosial anak.
Untuk membantu mengurangi screen time, orang tua dapat menetapkan aturan penggunaan gadget, tidak menempatkan perangkat elektronik di kamar tidur anak, serta mendorong anak melakukan aktivitas fisik dan bermain di luar ruangan. Mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital juga penting agar konten yang dikonsumsi sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.
Membatasi screen time memang tidak selalu mudah di era digital saat ini. Namun, dengan pendampingan yang tepat dan kebiasaan yang sehat di rumah, orang tua dapat membantu anak memperoleh manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan dan tumbuh kembangnya.