sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Belajar dari film animasi Encanto: Bagaimana mengidentifikasi trauma antargenerasi

Akhir pekan lalu, film animasi besutan Disney, Encanto, baru saja memenangi Piala Oscar untuk kategori Animasi Terbaik.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Selasa, 29 Mar 2022 11:34 WIB
Belajar dari film animasi Encanto: Bagaimana mengidentifikasi trauma antargenerasi

Akhir pekan lalu, film animasi besutan Disney, Encanto, baru saja memenangi Piala Oscar untuk kategori Animasi Terbaik.

Apa yang sebenarnya kita pelajari dari Encanto adalah trauma antargenerasi yang dibawa Abuela Alma karena suaminya meninggal di medan perang. Dia kemudian mewariskan ketakutan kepada generasi kedua, termasuk salah satu anaknya, Pedro.

Melansir Very Well Mind, Alma menceritakan kisah tentang keajaiban Keluarga Madrigal dan bagaimana mereka bisa tinggal di sebuah desa di Kolombia. Namun, yang tidak dia tekankan adalah alasan traumatis di baliknya.

Tentara bersenjata menyerang Alma di desa asal suaminya, Pedro, memaksa mereka melarikan diri dari kekerasan bersama bayi kembar tiga. Ketika para penyerang mengejar, Pedro terbunuh tepat di depan istrinya saat mencoba menahan agresor.

Saat itulah lilin yang dipegang Alma secara ajaib membelanya dan membawanya ke desa baru yang menjadi tempat tinggal sekarang. Lilin itu pula yang memberi keajaiban bagi keturunan keluarga. Sayangnya, tak banyak anggota keluarga yang tahu bahwa keajaiban mereka berasal dari trauma Alma akibat kematian Pedro.

Dosen psikologi konseling di Santa Clara University, Amerika Serikat (AS), Ling Lam, mengatakan, melacak pola perilaku keluarga dapat membantu mengungkap trauma antargenerasi. Misalnya, riwayat penyalahgunaan zat lintas generasi.

Dalam film Encanto, Mirabel, cucu Alma yang berusia 15 tahun dan tidak memiliki keajaiban, adalah wujud bahwa dia ingin bebas dari trauma yang dibawa sang nenek. Lam kemudian mengidentifikasi ciri-ciri trauma. Ciri-ciri ini sangat umum untuk segala jenis trauma, bukan cuma trauma antargenerasi.

Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri tecermin dalam perasaan malu atau tidak layak. Seseorang yang menyalahkan diri sendiri akan merasa dirinya tidak cukup baik dan tidak layak dicintai.

Sponsored

Di dalam film Encanto, perasaan ini tercermin dari Luisa, kakak perempuan Mirabel yang memiliki kemampuan ajaib mengangkat benda-benda berat. Dia melakukan pekerjaan apa pun ketika ada orang lain meminta bantuan. Namun, banyaknya permintaan tolong justru telah membuat dia mengalami kecemasan.

Dalam lagu Surface Pressure, yang dinyanyikan Luisa dalam salah satu bagian film, ada salah satu bagian yang menyatakan bahwa dirinya tidak berharga jika tidak bisa melayani. Dengan kata lain, identitasnya sangat terkait dengan kemampuan membantu masyarakat sehingga akan menyalahkan diri sendiri apabila tidak bisa lagi melakukannya.

Penyangkalan
Penyangkalan terjadi karena seseorang menolak mengakui trauma masa lalu. Sebaliknya, ia justru mengklaim bahwa semuanya baik-baik saja, termasuk kejadian di masa lalu.

Di dalam film Encanto, Alma menolak trauma ketika suaminya terbunuh. Sementara itu, generasi ketiga Mirabel menyangkal dirinya tidak baik-baik saja ketika menjadi satu-satunya anggota keluarga yang tidak memiliki keajaiban. Dia mengatakan pada teman sebaya di seluruh desa jika baik-baik saja. Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya.

Tidak puas terhadap orang lain
Orang dengan trauma kerap merasa tidak puas dengan orang lain aliih-alih menginstrospeksi diri sendiri. Orang dengan trauma kadang-kadang juga bisa menjadi kasar, baik secara emosional, verbal, atau fisik.

Interaksi Alma dengan Mirabel dapat dilihat sebagai contoh dari hal ini. Alma mendiskreditkan Mirabel karena dia satu-satunya anggota keluarga yang tidak membawa keajaiban. Alma secara halus mengisolasi Mirabel sambil mengatakan, dia tidak sepenting atau berharga seperti anggota keluarga lainnya. Alma juga merasa Mirabel bisa merusak kesempurnaan yang dimiliki anggota keluarga.

Penarikan
Penarikan terjadi ketika seseorang mundur dari kehidupan karena mereka tidak merasa aman. Mereka mungkin tidak lagi bersedia untuk pergi ke situasi sosial tertentu karena ketakutan.

Contoh yang jelas dalam film ini adalah karakter Bruno. Keajaiban bisa melihat masa depan membuat Bruno tidak disukai anggota keluarga lain karena mereka tidak ingin mendengarkan kenyataan. Bagi Bruno, pengalaman ini sangat traumatis dan membuatnya seperti tidak cocok dengan keluarga.

Berita Lainnya