close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Abyan Imtiaz Irkiz dan ayahnya. Foto: Ist
icon caption
Abyan Imtiaz Irkiz dan ayahnya. Foto: Ist
Sosial dan Gaya Hidup
Kamis, 02 Mei 2024 12:42

Bocah 5 tahun Singapura sukses capai basecamp Gunung Everest

Singapore Book of Records mengonfirmasi bahwa Abyan adalah orang Singapura termuda yang mencapai base camp Everest.
swipe

Tidak sembarang orang yang bisa mencapai Gunung Everest meski hanya sampai di base campnya. Karena ketinggiannya pun sudah luar biasa, yakni 5364 mdpl. Gunung-gunung di Jawa saja rata-rata puncaknya masih di bawah 3.500 mdpl.

Dengan suhu medan yang ekstrem dan butuh waktu berhari-hari mencapainya, Abyan Imtiaz Irkiz sukses menginjakan kaki di base camp Gunung Everest itu. Yang membuat kagum lagi, usianya baru lima tahun. 

Abyan Imtiaz Irkiz pun menjadi orang Singapura termuda yang mencapai base camp Gunung Everest.

Abyan mencapai prestasi tersebut bersama ayahnya, Zikri Ali, 41, pada Senin (29 April) – dua hari lebih awal dari yang mereka rencanakan.

Pasangan tersebut membutuhkan waktu delapan hari untuk mencapai base camp yang berada di ketinggian 5,36 km di atas permukaan laut. Ini berfungsi sebagai pangkalan bagi para pendaki gunung yang mencoba mendaki Gunung Everest di Nepal.

Duo ayah dan anak ini, yang mendokumentasikan perjalanan mereka di akun Instagram dengan nama “abyan.irkiz”, mengenang enam bulan pelatihan yang melelahkan hingga mencapai momen ini.

“Segala keringat, air mata, dan dedikasi selama enam bulan terakhir, termasuk latihan selama Ramadhan, membuahkan prestasi luar biasa ini,” tulis mereka dalam postingan Instagram.

Hal itu disertai dengan foto pasangan tersebut sedang mengibarkan bendera Singapura di depan papan nama menyambut pengunjung ke base camp Everest.

“Dari pendakian naik dan turun 27 lantai yang tak terhitung jumlahnya hingga trekking melewati hujan dan badai petir untuk sesi latihan – setiap tantangan tidak sia-sia."

“Hari ini, tepat dua bulan sebelum Abyan menginjak usia enam tahun, merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan saya yakin kita tidak akan pernah melupakan hari ini,” kata ayah Abyan bangga.

Dalam postingan Facebook yang diterbitkan pada hari Senin, Singapore Book of Records mengonfirmasi bahwa Abyan adalah orang Singapura termuda yang mencapai base camp Everest.

Rekor Singapura ini sebelumnya dipegang oleh Om Madan Garg, bocah lelaki berusia enam tahun yang mencapai base camp Everest pada 7 Oktober 2022.

Terinspirasi oleh Om Madan

Berbicara kepada TODAY pada 19 April, menjelang perjalanan mereka, Zikri mengatakan bahwa ide pendakian muncul di benaknya saat dia membaca tentang pendakian Om.

Kebetulan, dia dan keluarganya sedang berada di Nepal, tempat mereka baru saja menyelesaikan pendakian panorama sejauh 12 km.

“(Abyan) berhasil melakukannya dengan cukup baik. Dan sebenarnya saya cukup terkesan,” kata Zikri, yang memiliki dan menjalankan studio yoga bersama istrinya.

“Saya berpikir dalam hati: Hmm, saya pikir mungkin dia bisa melakukannya (pendakian base camp Everest). Dengan beberapa pelatihan, dia pasti bisa melakukannya.”

Ayah tiga anak ini mengatakan bahwa Abyan, bisa dikatakan, telah belajar memanjat bahkan sebelum dia bisa berjalan.

Meskipun si kecil belajar berjalan dengan benar tanpa bantuan pada usia sekitar 13 atau 14 bulan, ia sudah merangkak menaiki lereng taman bermain pada usia sembilan bulan.

“Pada usia hampir satu tahun, kami membawanya ke sasana pendakian anak-anak dan kemudian hal itu menjadi alami baginya, dia mampu memanjat. Dan operatornya terkesan,” kata Zikri.

Akan sangat membantu jika keluarga tersebut suka pergi mendaki bersama, sebuah aktivitas yang mereka lakukan baik secara lokal maupun kapan pun mereka pergi berlibur.

Pelatihan yang tepat untuk pasangan ayah dan anak ini dimulai sekitar bulan November dengan berjalan kaki sejauh 4 km. Mr Zikri secara bertahap menambah panjang dan kecenderungan pelatihan mereka.

“Kemudian bulan Desember kami juga berangkat ke Tiongkok. Saat itu, dia berhasil mendapatkan pengalaman mendaki dalam cuaca dingin, dengan suhu satu digit,” tambahnya.

Dalam postingan Instagram yang dipublikasikan pada hari Selasa, ibu Abyan, Ms War War Lwin Tun, 41, mengatakan sungguh tidak masuk akal melihat seberapa besar pertumbuhan putra sulungnya – secara fisik dan mental – selama beberapa bulan terakhir.

“Pada bulan Desember lalu, dia dengan berani menyatakan tujuannya untuk menjadi orang Singapura termuda yang mencapai Base Camp Everest.

“Sekarang, dia tidak hanya menunjukkan kepada dunia tetapi juga dirinya sendiri bahwa tidak ada yang mustahil jika Anda memiliki keberanian untuk mencoba!

“Mengutip perkataan seorang teman baik saya kemarin — pencapaian ini bukanlah sebuah keajaiban. Ini adalah kesaksian jujur atas kerja keras dan iman.”

Pendaki-pendaki muda sebelumnya

Sebelumnya, media melaporkan bahwa seorang gadis Ceko berusia empat tahun bernama Zara menjadi perempuan termuda yang mencapai base camp Gunung Everest. Ia dan kakak laki-lakinya berusia tujuh tahun menembus basecamp Everest dari jalur Jiri bersama ayahnya David.

Zara

Sementara, rekor pendaki termuda yang mencapai basecamp Gunung Everest dilaporkan dibukukan oleh bocah dua tahun, Carter Dallas pada Oktober tahun lalu. Menurut ayah dan ibunya yang membawanya, bocah asal Glasgow Skotlandia tidak mengalami kendala kesehatan yang berarti selama perjalanan.

Carter Dallas

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan