sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buku asal Indonesia laris manis di London Book Fair

Buku sastra, buku anak dan buku agama diminati pengunjung London Book Fair karena sarat nilai-nilai menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Mona Tobing
Mona Tobing Jumat, 13 Apr 2018 14:37 WIB
Buku asal Indonesia laris manis di London Book Fair
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 232628
Dirawat 55000
Meninggal 9222
Sembuh 166686

Siapa sangka kalau minat bangsa luar atas buku-buku yang ditulis oleh anak bangsa terbilang tinggi? Hal ini tercermin dari larisnya penjualan buku asal Indonesia dalam penyelenggaraan London Book Fair 2018. 

Pameran yang berlangsung pada 10 April sampai 12 April tersebut diminati para pengunjung London Book Fair. Pemandangan paling unik adalah banyak pengunjung yang memborong buku asal Indonesia. 

Ada yang membeli buku sastra, buku fiksi untuk remaja, serta cerita anak-anak Indonesia yang laris manis dibeli penerbit asing. Kepala Bidang Pemasaran Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair 2019 Thomas Nung Atasana mengatakan buku yang paling diminati adalah buku anak dengan konten Islami dan universal. Lalu, buku sastra Indonesia dan buku fiksi untuk remaja.

Thomas menjelaskan salah satu keberhasilan buku karya anak bangsa tembus di pasar internasional saat salah satu publisher Indonesia Kesaint Blanc berhasil mengikat kontrak dengan publisher dari Tiongkok untuk pembelian hak cipta atas 10 judul buku seri Wonoweenie Go Green. Buku tersebut dikarangan oleh Andy B dan ilustrator Evelline Andrya.

Menurut Thomas, buku ini merupakan seri buku anak bergambar. Penerbit Tiongkok tertarik membeli hak cipta lalu diterjemahkan ke Bahasa China karena dinilai dapat mengajarkan anak-anak untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Selain China, buku juga diterbitkan oleh penerbit Perancis, Inggris dan  Amerika Serikat. Hak cipta juga diminati sebanyak 135 judul dalam bentuk pdf dan 4 seri ke 14 negara. Inggris sebanyak 63 judul dan satu seri Tiongkok sebanyak 16 judul 3 seri.

Sedangkan penerbit Prancis tertarik 14 judul. Norwegia tujuh judul dan masing-masing enam judul dari penerbit Italia, Korea, Pakistan.

Selain itu penerbit dari Amerika Serikat, Turki dan Bangladesh masing-masing tiga judul buku. Kemudian dua judul buku oleh penerbit asal Australia, New Zealand, Albania dan Singapura.

Sponsored

Deputy Marketing Coordinator untuk Market Focus, Anton Kurnia menambahkan tidak hanya buku, film Indonesia yang diangkat dari karya buku juga dinilai cukup populer di pasar internasional. Dalam pameran tersebut, para pengunjung dapat menonton trailer lima film Indonesia yang diangkat dari buku yang cukup populer dan telah diberi subtitle dalam bahasa Inggris.

Kelima film tersebut berjudul Dilan, Laskar Pelangi, Sang Penari, Filosofi Kopi dan Laut Bercerita. Terobosan ini menyesuaikan dengan tema LBF 2018 yaitu Taking Words Further Content Across Media, Indonesia menyiapkan kesempatan bagi bidang industri kreatif di luar penerbitan buku untuk ikut tampil di LBF 2019.

Berita Lainnya