sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ghosting dalam ranah digital juga menyakitkan

Dosen Psikologi Universitas Andalas Rozi Sastra Purna mengatakan, metode ghosting kerap dilakukan oleh beberapa orang.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Senin, 31 Okt 2022 07:04 WIB
Ghosting dalam ranah digital juga menyakitkan

Akademisi kejiwaan menemukan pelecahan seksual dalam ranah digital yang kemudian berdampak pada psikis dan mental seseorang. Alih-alih mendapat teman, banyak orang justru mengalami kecemasan, depresi, rendah diri, kesulitan mendapat pasangan hidup, hingga menjadi korban penipuan.

Dosen Psikologi Universitas Andalas Rozi Sastra Purna mengatakan, metode ghosting kerap dilakukan oleh beberapa orang setelah memberikan komentar nyeleneh dalam ranah digital. Terkadang komentar itu tertutur baik dalam ranah digital tersebut.

“Kejadian paling umum dari aplikasi kencan online ini adalah saat berkenalan dengan seseorang dengan tujuan membangun sebuah hubungan, kemudian berakhir dengan ghosting. Maka, ini akan menjadi pengalaman yang menyakitkan, sekaligus merusak mental,” kata Rozi dalam diskusi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dikutip, Minggu (30/10).

Menurutnya, motif seseorang melakukan hal itu karena hanya untuk mengisi waktu senggang, atau sekadar kesenangan maupun iseng. 

“Namun, tak sedikit pula yang berniat mencari rekan bisnis lewat aplikasi ini,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Content Creator dan Lifestyle Blogger Zilqiah Angraini memandang perlunya kewaspadaan dalam menggunakan aplikasi kencan daring. Sebab penggunanya bisa kecanduan. 

Di kalangan perempuan, aplikasi ini berpotensi menimbulkan gangguan mental atau salah satu bentuk penyiksaan psikologis dalam sebuah hubungan interpersonal yang kerap disebut gaslighting.

“Aplikasi ini juga bisa menimbulkan potensi pelecehan seksual secara verbal. Misal, menggunakan kata-kata sapaan yang tidak sopan. Tak menutup kemungkinan juga timbul potensi kejahatan pidana, seperti penculikan,” katanya.

Sponsored

Pembina Relawan TIK Sumatera Barat Yonisman mengingatkan sejumlah risiko menggunakan aplikasi kencan daring. Kebanyakan dari pengguna aplikasi tersebut tidak menyertakan identitas aslinya atau kerap menggunakan identitas palsu. 

Selain itu, hubungan lewat aplikasi kencan daring tidak berlangsung lama atau terbilang singkat. Tak jarang juga aplikasi kencan ini hanya dijadikan jalan bagi pelaku kejahatan seksual untuk mencari korbannya, atau juga dipakai untuk menipu dengan tujuan menguras uang korban.

“Oleh karena itu, saran agar aman mencari relasi lewat aplikasi kencan daring adalah mencari tahu profil teman kencan di semua media sosial yang ada, jauhi profil yang mencurigakan, laporkan akun yang meresahkan, gunakan fitur Google Image untuk mengecek apakah foto yang digunakan merupakan foto asli atau bukan,” tuturnya.

Yonisman juga menambahkan agar tidak banyak mengumbar informasi pribadi dalam aplikasi tersebut. Kemudian, apabila teman kencan meminta mengirimkan sejumlah uang, sebaiknya ditolak. Mengenai rencana pertemuan, sebaiknya tidak dilakukan di rumah atau di kantor tempat kerja.

Berita Lainnya
×
tekid