sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Goosebumps 2 Haunted Halloween: Animasi baik, akting buruk

Pada 2015, Tim Burton mengangkat kisah Goosebumps ke layar lebar. Film ini sempat bertengger di puncak box office Amerika Serikat.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 20 Okt 2018 17:12 WIB
Goosebumps 2 Haunted Halloween: Animasi baik, akting buruk

Saya sempat menyukai buku cerita komedi horor Goosebumps saat masih duduk di sekolah dasar. Buku yang ditulis R.L. Stine ini masuk dalam deretan serial horor remaja terlaris di dunia.

Pada 2015, Tim Burton mengangkat kisah Goosebumps ke layar lebar. Film ini sempat bertengger di puncak box office Amerika Serikat, meraih pendapatan US$150,2 juta.

Menyusul kesuksesan itu, sekuel film Goosebumps dirilis pada 12 Oktober 2018. Film ini mengadaptasi buku cerita horor Goosebumps berjudul Haunted Hallowen.

Teror boneka Slappy

Film ini diawali dengan petualangan dua sahabat Sonny (Jemery Ray Taylor) dan Sam (Caleel Harris) sebagai pemungut sampah di kota kecil Wardenclyff. Suatu siang, mereka mendapatkan order pertama untuk membersihkan sampah di sebuah rumah tua yang kosong.

Tak sengaja, keduanya membuka peti berisi sebuah buku. Sebuah boneka menyerupai manusia pun muncul dari peti itu. Wajahnya menyeringai.

Sonny membaca kertas yang ada di saku boneka bernama Slappy tersebut. Tak ingin berlama-lama di rumah tersebut, mereka bergegas pulang membawa barang-barang terbengkalai di sana. Termasuk boneka Slappy dan buku tua tadi.

Di tengah jalan, mereka sempat diganggu tiga kawan sekolahnya. Sonny dan Sam memang korban perundungan tiga kawannya itu. Tommy (Peyton Which), yang menjadi ketua geng trio itu, merampas buku tua yang mereka bawa.

Sponsored

Sesampainya di rumah, Slappy ternyata bisa hidup. Tak disangka, tulisan yang ada di dalam kertas itu merupakan sebuah mantra yang bisa menghidupkan Slappy. Sonny pun terkejut.

Namun, sayangnya, ekspresinya tak umum bagi seorang anak yang ketakutan melihat boneka yang mengajak berbicara. Sonny kemudian memanggil Sam. Sam pun hanya terkejut seadanya melihat Slappy berbicara.

Buku serial Goosebumps karya R.L. Stine yang terbit pertama kali pada 1992. (www.instagram.com/goosebumpsmovie).

Slappy berkata ingin memilki teman dan keluarga. Dia pun memanggil kakak kepada Sonny dan Sam. Hal itu sebagai balasan atas jasa mereka yang sudah membuat dirinya hidup.

Slappy mengatakan, akan melindungi Sonny dan Sam, membantu mewujudkan apa yang diinginkan, bahkan memusnahkan musuh-musuh mereka.

Awalnya, Sonny dan Sam memutuskan untuk merahasiakan tentang Slappy kepada Sarah (Madison Iseman), kakak Sonny yang tinggal satu atap. Namun, bencana datang saat Sarah cerita bagaimana dia dikecewakan kekasihnya yang selingkuh. Slappy tiba-tiba berada dalam ransel Sarah. Di sekolah, Slappy menghampiri Tayler, kekasih Sarah dan membuatnya jatuh dari tangga.

Menyadari Slappy bisa hidup, Sarah mencari Sam dan Sonny. Akhirnya, mereka sepakat untuk membuang Slappy ke laut. Namun, bukannya hanyut, Slappy malah membuat kekacauan dengan kembali ke Wardenclyf. Bahkan, Slappy mendatangi Kathy (Wendi McLendon-Covey), ibu Sarah dan Sonny.

Dengan kekuatan sihir yang dimiliki, Slappy menghidupkan mainan dan boneka monster yang ada di toko mainan, dan di seantero kota. Tak ketinggalan, hiasan-hiasan Halloween di rumah penduduk dan seluruh jalan juga dihidupkan.

Mudah ditebak, akting buruk

Setidaknya, bagian ini adalah favorit saya. Berbagai monster dalam serial, seperti werewolf dari The Werewolf of Fever Swamp, snowman dari The Abominable Snowman of Pasadena, gnome rumput dari Revenge of The Lawn Gnomes, dan berbagai monster lainnya satu per satu hidup.

Kemampuan Sony Pictures membuat animasi dengan bantuan computer generated imagery (CGI) cukup baik. Mereka mampu bersaing dengan studio lain, seperti Pixar dan Walt Disney, yang menghidupkan mainan lewat film Toy Story.

Kekacauan semakin pecah, ketika semua monster dan tokoh Halloween turun ke jalan. Ada labu raksasa, hantu terbang, hingga penunggang kuda tanpa kepala. Mereka meneror seisi kota.

Adegan kala boneka Slappy menghidupkan para monster dan meneror seantero kota. (www.instagram.com/goosebumpsmovie).

Untuk menghentikan Slappy, Sonny, Sam, dan Sarah berusaha mencari buku tua. Buku itu ditulis R. L. Stine. Semua cerita tentang Slappy ada di buku itu, termasuk modus Slappy untuk menguasai dunia. Sayangnya, Stine belum menulis akhir cerita dari buku Haunted Halloween tersebut.

Seperti mudah ditebak, mereka berusaha sebisa mungkin menghentikan Slappy. Dengan pengetahuan ilmiah yang dimiliki Sonny, mereka berhasil membuat Slappy tersengat menara pemancar listrik tesla. Sementara, para monster masuk ke dalam buku Haunted Halloween.

Fakta-fakta film Goosebumps 2: Haunted Halloween

Sampai akhir cerita, saya menyimpulkan film yang sejatinya horor komedi ini adalah film yang tak lucu dan tak menyeramkan. Bahkan, seluruh babak dalam film ini mudah ditebak. Hal lain yang menyedihkan, akting para pemain terlihat amatir.

Saya pun masih penasaran, kenapa cerita Goosebumps dalam buku sangat mendebarkan ketika dibaca, dibandingkan film ini. Bahkan, seorang lelaki di samping saya tertidur saat menonton.

2

Cerita dangkal, akting buruk, mudah ditebak. Namun, menghibur dan animasi bagus.