logo alinea.id logo alinea.id

Tembus 1,3 juta penonton, Gundala jadi film terlaris tahun ini

Jumlah penonton ini naik dibandingkan Kamis (5/9) sebelumnya yang berjumlah 705.117 orang.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Selasa, 10 Sep 2019 18:57 WIB
Tembus 1,3 juta penonton, Gundala jadi film terlaris tahun ini

Sejak rilis di bioskop 29 Agustus lalu, Gundala banyak menyedot perhatian publik.

Hingga hari kesebelas pemutarannya, Selasa (10/9), film Gundala besutan sutradara Joko Anwar menarik perhatian 1 juta lebih penonton. Laman film indonesia.or.id mencatat penonton film Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot per hari ini mencapai 1.380.516 orang. Jumlah penonton ini naik dibandingkan Kamis (5/9) sebelumnya yang berjumlah 705.117 orang.

Angka itu mengantarkan Gundala masuk dalam jajaran film terlaris Indonesia 2019. Film superhero karya Sutradara Joko Anwar itu berada di posisi enam dalam perolehan jumlah penonton. 

Selain Gundala, ada beberapa film Indonesia lain yang populer di tahun ini. Di antaranya, Dilan 1991 yang nangkring di posisi pertama dengan jumlah penonton 5.253.411. 

Film Dua Garis Biru, My Stupid Boss 2 berturut-turut berada di posisi dua dan tiga dengan jumlah penonton masing-masing 2.538.473 dan 1.876.052. Lalu, Kuntilanak 2 dan Keluarga Cemara masing-masing mencatat jumlah penonton 1.726.570 dan 1.701.498.

Produser film Gundala dari Ideasource Entertainment, Wicky V Olindo, bersyukur dengan perolehan itu. Dia mengatakan hasil itu menjadi satu langkah awal bagi perkembangan film bertema jagoan di Indonesia.

"Gundala film bergenre beda yang masih membuka pasar baru. Mungkin butuh beberapa film seperti ini supaya penonton makin terbiasa," kata Vicky ketika dihubungi pada Selasa (10/9).

Selain Gundala, akan ada tujuh judul film lain dalam jagat sinema Bumilangit, yaitu Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Gundala Putra Petir, Mandala Golok Setan, dan Patriot. Film-film yang digadang-gadang mendekati pamor Marvel dengan nama Bumilangit Cinematic Universe (BCU) ini berturut-turut akan ditayangkan mulai 2019 hingga 2025.

Sponsored

“Kami berusaha yang terbaik, enggak berani bicara target penonton. Saat ini kami bersyukur dengan perolehan itu dan berfokus untuk membuat film-film lanjutan,” kata Wicky.

Sementara itu, sebagai salah satu pelayanan khusus bagi penonton tuli atau tuna rungu, beberapa bioskop memutar film Gundala dengan menyertakan teks bahasa Indonesia. Di Jakarta misalnya, bioskop yang memutar Gundala dengan teks bahasa Indonesia untuk tuna rungu adalah Arion XXI, Blok M Square, Kalibata XXI, dan Puri XXI.

Hal ini disambut baik oleh sejumlah anggota masyarakat tunarungu. Rama Syahti, Ketua Majelis Ta'lim Tuli Indonesia, Senin (9/9) lalu mengatakan, teks tambahan bahasa Indonesia sangat membantu penonton tunarungu untuk mendapatkan tangkapan maksud dari film yang ditayangkan. Hal ini, kata dia, juga pernah dilakukan saat pemutaran film Dilan 1990 (2018) dan Teman Tapi Menikah (2018).

“Kami, teman-teman tuli dalam hal penayangan bioskop sangat membutuhkan teks untuk kita pahami,” kata Rama, dihubungi reporter Alinea.id, Senin (9/9). Dia juga sangat mendukung dan berharap industri perfilman di Tanah Air terus berkembang.

Menanggapi hal itu, Wicky menilai pentingnya kesadaran bagi setiap sineas untuk memproduksi tayangan film dengan memperhatikan kebutuhan penonton tunarungu.

“Ini bukan pertama kali. Ada beberapa film Indonesia yang sebelumnya melakukannya. Praktik ini (menyertakan teks bahasa Indonesia) harus diterapkan untuk semua film Indonesia. Ke depan kita semua harus memikirkan teman-teman tunarungu agar mereka juga bisa menikmati nonton film,” ujarnya.

Daftar bioskop yang memutarkan Gundala dengan teks bahasa Indonesia untuk tuna rungu:
1.      Jakarta: Arion XXI, Blok M Square, Kalibata XXI, dan Puri XXI.

2.      Bandung: Ciwalk XXI, Braga XXI, Empire XXI Bandung, dan Ubertos XXI

3.      Depok: Pesona Square

4.      Bogor: Bogor Square XXI

5.      Yogyakarta: Jogja City XXI

6.      Solo: Solo Square XXI

7.      Surabaya: Tunjungan 5 XXI, Delta, dan Royal

8.      Medan: Thamrin XXI, Suzuya Plaza XXI, dan Hermes XXI

9.      Makassar: Panakkukang XXI dan M’Tos XXI

10.  Semarang: Citra XXI Semarang