sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia kaya akan nikel, waktunya beralih ke energi baterai?

Indonesia kaya akan material baterai yang sekarang berbasis nikel, mangan dan cobalt, selain dari lithium sebagai sumber energinya.

Nafis Arsaputra
Nafis Arsaputra Senin, 08 Feb 2021 19:07 WIB
Indonesia kaya akan nikel, waktunya beralih ke energi baterai?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Di sejumlah negara maju energi baterai sudah di kembangkan untuk energi alternatif untuk masa depan. Tak hanya dipakai di dunia elektronik, baterai kini dirancang untuk moda transportasi layaknya mobil listrik.

Untuk itu, Indonesia diminta harus mulai dari sekarang membangun industri baterai. Apalagi Indonesia kaya akan material baterai yang sekarang berbasis nikel, mangan dan cobalt, selain dari lithium sebagai sumber energinya. Dengan itu, seharusnya Indonesia dapat mengolah sendiri material tersebut untuk membangun baterai

"Kebijakan pemerintah untuk menyiapkan policy dan juga menyadarkan masyarakat untuk beralih kepada energi renewable sekarang ini," jelas Founder Nation Battery Research Institute (NBRI) Evvy Kartini dalam webinar, Senin (8/2).

Dia mengaku, Indonesia sebenarnya sudah mempersiapkan langkah untuk menggunakan energi terbaharukan. Salah satunya terdapat di Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019 yang mempersiapkan langkah untuk riset dan juga pengembangan Battery Electric Vehicle  atau Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia.

"Mudah-mudahan di 2030 kita (Indonesia) sudah beralih ke kendaraan listrik," ucap Evvy.

Dia mengaku, energi baterai menjadi isu utama dalam penyediaan energi transportasi di masa mendatang. Tidak heran jika sejumlah pengamat memperkirakan permintaan energi baterei pada 2030, meningkat 25% menjadi 2.600 GWh.

Ini karena pengembangan baterai lithium-ion dengan berbagai kelebihannya memiliki peran penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Selain itu, jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

"Memang saat ini masih lebih mahal karena teknologinya masih baru. Tetapi seiring dengan makin banyaknya pengguna energi baterai harganya bisa jauh lebih murah, juga tidak ada polusi," ucap dia.

Sponsored
Berita Lainnya

Pemerintah berupaya jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:39 WIB

Pemerintah jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:32 WIB

Update Cyberpunk 2077 tertunda lagi

Kamis, 25 Feb 2021 16:34 WIB