sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Intip pesona kota lama Semarang yang otentik

Semarang masih menyimpan kawasan yang identik dengan berbagai bangunan kuno zaman kolonial bergaya vintage.

Hermansah
Hermansah Kamis, 28 Nov 2019 05:20 WIB
Intip pesona kota lama Semarang yang otentik

Absennya "tanggal merah" pascalibur lebaran membuat masyarakat semakin tak sabar menunggu datangnya liburan akhir 2019. Bagi masyarakat yang ada di Pulau Jawa, terdapat banyak pilihan destinasi wisata populer untuk akhir tahun, salah satunya Kota Semarang.

Sebagai ibu kota provinsi dan kota paling berkembang di Pulau Jawa, Semarang menjadi destinasi wisata yang menarik karena masih sangat kental dengan unsur budaya dan sejarahnya. Bahkan, di salah satu sudut kotanya, Semarang masih menyimpan kawasan yang identik dengan berbagai bangunan kuno zaman kolonial bergaya vintage, yang dinamai Kota Lama Semarang. 

Berbicara mengenai tren liburan akhir tahun di Semarang, Region Head Java dari OYO Hotels and Homes Indonesia, Bayu Seto, mengatakan, Semarang tidak kalah populer dengan tetangganya seperti Yogyakarta maupun Solo. Selain menawarkan berbagai wisata kuliner, unsur wisata budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. 

Berencana menghabiskan liburan akhir tahun di Semarang? Berikut berbagai hal yang dapat Anda kunjungi sembari menikmati indahnya pesona Kota Lama Semarang.  

Kuliner

Kota Semarang sangat terkenal akan kulinernya, mulai dari belasan resep soto yang berbeda-beda di setiap warung yang bisa ditemukan di seluruh sudut kota, hingga sedapnya nasi gandul dan nasi ayam khas Semarang yang menjanjikan rasa yang khas di lidah.

Salah satu spot kuliner yang paling terkenal di Kota Lama Semarang adalah nasi goreng babat Pak Karmin. Lokasinya berada tepat di sebelah Kawasan Jembatan Mberok, Kota Lama Semarang.

Berusia lebih dari lima dekade, kedai ini merupakan salah satu kedai nasi goreng babat terenak yang dapat Anda kunjungi di kawasan Kota Lama Semarang. 

Sponsored

Jika nasi goreng mungkin bukan selera Anda, maka bisa mencoba berkunjung ke gulai bustaman Pak Sabar. Berlokasi tepat di belakang Gereja Blenduk, Kota Lama, Semarang. Sajian gulai sapi di kedai ini punya keunikan tersendiri dimana kuahnya tidak menggunakan santan, namun tetap terasa sedapnya. Kedai ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an.

Tidak heran, tempat ini sering dijadikan jujugan kulineran selain karena lokasi yang strategis, rasa yang unik, dan harga yang relatif terjangkau, sekitar Rp30 ribuan per porsi.

Galeri seni

Jika mencari tempat indoor yang tak kalah indahnya dengan eksterior bangunan di Kota Lama, maka bisa mengunjungi beberapa galeri seni yang berada di area ini. Salah satu galeri yang terkenal di area ini adalah Semarang Contemporary Art Gallery yang terletak di Jl. Taman Srigunting No. 5-6.

Tempat ini merupakan sebuah bangunan tua yang telah mengalami pemugaran beberapa kali. Dalam sejarahnya, bangunan ini pernah diruntuhkan dan dibangun kembali di 1918 dengan gaya kolonial dan tercatat sebagai kantor pertama sebuah perusahaan asuransi bernama "De Indische Lloyd" di tahun 1937. Anda dapat mengunjungi tempat ini hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10.000,- saja per orang. 

Spot foto

Tidak lengkap rasanya bila mengunjungi kawasan Kota Lama Semarang tanpa mengabadikan berbagai bentuk arsitektur menawan yang terdapat di bangunan-bangunan tua di kawasan Kota Lama Semarang. Bagi yang menggemari hobi fotografi, maupun yang menggemari menjadi subjek fotografi, selalu ada spot menarik di setiap sudut Kota Lama Semarang yang bisa diabadikan.

Berbeda dari beberapa tempat "instagrammable" yang kerap ditemui pelancong di destinasi wisata dengan warna mencolok dan desain postmodern, spot foto di Kota Lama cenderung lebih kalem dan memberikan feel yang lebih "otentik" kepada hasil foto Anda. 

Salah satu spot yang terkenal di kawasan Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk yang memiliki kubah khas berbentuk setengah bola. Berdiri dengan nama asli GPIB Immanuel Semarang, Gereja ini dibangun pada 1753 dan merupakan salah satu gereja Kristen tertua di Indonesia.

Periode pembangunan gereja ini memberikan pengaruh neo-gothik ala eropa yang sangat kuat di desain arsitekturnya. Merupakan ikon dari kawasan Kota Lama, rasanya wajib jika Anda mengunjungi tempat ini untuk mengabadikan keunikan arsitekturnya.

Menginap di hotel vintage

Setelah puas mengabadikan foto yang ada di Kota Lama, mengapa tidak mencoba membawa pengalaman anda ke tingkat berikutnya dengan menginap di salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama?

Berita Lainnya