logo alinea.id logo alinea.id

Jalur pendakian Gunung Semeru dan Gede Pangrango ditutup

Jalur pendakian dua gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru dan Gede Pangrango resmi ditutup untuk sementara.

Sukirno
Sukirno Jumat, 05 Jul 2019 19:19 WIB
Jalur pendakian Gunung Semeru dan Gede Pangrango ditutup

Jalur pendakian dua gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru dan Gede Pangrango resmi ditutup untuk sementara.

Jalur pendakian Gunung Semeru, di Jawa Timur, akan ditutup total selama empat hari, mulai 26-29 September 2019 untuk memperingati Hari Raya Karo, yang dilakukan oleh masyarakat Suku Tengger.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) John Kenedie mengatakan bahwa keputusan untuk menutup total jalur pendakian Gunung Semeru tersebut telah disepakati oleh pelaku jasa wisata bersama Kepala Desa Ranupani dan Ketua Dukun Adat Ranupani.

"Pendakian ditutup secara total dikarenakan adanya perayaan Hari Raya Karo," kata John, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/7).

Keputusan untuk menutup total jalur pendakian Gunung Semeru selama empat hari tersebut tertuang pada Pengumuman BB TNBTS bernomor PG.03/BIDTEK/BIDTEK./KSA/7/2019 yang ditandatangani oleh Kepala BB TNBTS.

Pada 2019, akan diperingati Hari Raya Karo Tahun Saka 1941 oleh masyarakat Suku Tengger, yang tinggal di sekitar lereng Gunung Bromo. Peringatan Hari Raya Karo merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Tengger pada proses penciptaan manusia.

Dalam upacara adat tersebut, nantinya akan ada sesaji seperti buah-buahan, kuali, termasuk tanduk kerbau. Tanduk kerbau tersebut menggambarkan kaum laki-laki perkasa yang sedang mencari jodoh.

Gunung Semeru merupakan gunung berapi yang terletak di wilayah Jawa Timur, dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung tersebut memiliki ketinggian mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut.

Sponsored

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Sumatera, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Semeru terletak di dua wilayah yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Gede-Pangrango

Sementara itu, Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, akan menutup sementara jalur pendakian ke gunung tersebut mulai tanggal 12 sampai 21 Agustus 2019 untuk mencegah kebakaran.

Kasi Pemanfaatan dan Pelayan TNGGP Jabar, Syahudin di Cianjur, mengatakan penutupan jalur pendakian tersebut sudah ditindaklanjuti dengan surat edaran Kepala Balai Besar TNGGP, sebagai upaya menjaga kelestarian alam seiring pergantian musim.

Memasuki pergantian musim, ungkap dia, sejumlah tumbuhan di kawasan TNGGP dilaporkan sudah mulai mengalami pengeringan akibat kenaikan suhu udara sehingga rentan terjadi kebakaran.

"Terjadinya kenaikan suhu udara di wilayah TNGGP tersebut dapat berpontensi terjadinya kebakaran dan untuk mengantisipasi kebakaran hutan, jalur pendakian ditutup untuk sementara selama 10 hari," katanya pada kesempatan terpisah.

Saat ini di sejumlah pintu masuk jalur pendakian ke Gunung Gede-Pangrango telah dipasang spanduk terkait penutupan jalur pendakian selama 10 hari agar diketahui pendaki, termasuk pengumuman di sejumlah media sosial agar diketahui secara umum.

Ia menjelaskan penutupan sementara jalur pendakian tersebut berdasarkan fakta dan dukungan instansi yang berkepentingan diantaranya Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"BMKG telah mengeluarkan warning yang memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus, sehingga akan berdampak terhadap pendakian dan tanaman di sekitar wilayah TNGGP," katanya.

Ia menambahkan selama penutupan jalur pendakian akan diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya melakukan kegiatan operasi bersih dengan melibatkan seluruh petugas TNGGP dan relawan. (Ant)