sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes: 2,6 juta ibu hamil terdeteksi hepatitis B  

Siti Nadia mengatakan, terdapat 470 kabupaten/kota telah melaksanakan deteksi dini hepatitis B ibu hamil pada 2020.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 28 Jul 2021 11:51 WIB
Kemenkes: 2,6 juta ibu hamil terdeteksi hepatitis B  

Peningkatan penyakit hepatitis pada masa pandemi Covid-19 cukup mengkhawatirkan. Prevalensi hepatitis di Indonesia sebanyak 18 juta orang.

Kemudian, perkiraan penderita hepatitis C sebanyak 2,5 juta orang. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, terdapat 470 kabupaten/kota telah melaksanakan deteksi dini hepatitis B ibu hamil pada 2020. 

Sebanyak 2.682.000 ibu hamil terdeteksi hepatitis B melalui rapid test HbsAG. Setelah pemeriksaan viral load HBV, 45.000 ibu hamil di antaranya dinyatakan terinfeksi hepatitis B. Maka, kurang dari 24 jam pascakelahiran, 32.387 bayi dari ibu hepatitis B itu diberi imunoglobulin B (HBlg).

Untuk tahun 2021 (hingga akhir Juni), terlaporkan 905.500 ibu hamil terdeteksi hepatitis B melalui rapid test HbsAG. Setelah pemeriksaan viral load HBV, 15.403 ibu hamil di antaranya dinyatakan terinfeksi hepatitis B.

"Terdapat 9.087 bayi yang telah lahir dari ibu yang (rapid test) HbsAG reaktif dan sebagai upaya pencegahan, sudah sebanyak 8.493 bayi mendapatkan HBlg kurang dari 24 jam setelah kelahiran," kata dia, dalam webinar Hari Hepatitis Sedunia Tahun 2021, Rabu (28/7).

Kemenkes, kata dia, juga berupaya mengendalikan hepatitis C menggunakan obat direct acting antiviral (DAA) dengan efek samping lebih rendah dan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

Sehingga, diharapkan obat DAA dapat mencegah munculnya kanker hati ataupun penyakit sirosis (pengerasan hati). DAA juga menjadi obat untuk memutus mata rantai penularan hepatitis C.

Sebab, hingga saat ini belum tersedia vaksin hepatitis C. Secara bertahap, kata dia, Kemenkes akan memperluas program rapid test anti-HCV (alat tes cepat molekuler) dan pemeriksaan viral load HCV RNA (Tes PCR HCV RNA). 

Sponsored

Selain itu, kata dia, juga akan memperluas akses pengobatan DAA. Hingga 2021, layanan pengobatan DAA telah tersedia di 40 rumah sakit yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia.

Pada 2020, dilaporkan sebanyak 565.718 ibu hamil terdeteksi hepatitis C melalui rapid test anti-HCV. Setelah pemeriksaan viral load HCV RNA, 23.746 ibu hamil di antaranya dinyatakan terinfeksi hepatitis C.

Kemudian, pada 2021 (hingga akhir Juni), dilaporkan 15.354 ibu hamil terdeteksi hepatitis C melalui rapid test anti-HCV.

"Kemudian 6.659 di antaranya ini telah mendapatkan obat DAA, dari yang mendapatkan pengobatan, 4.419 (ibu hamil terinfeksi hepatitis C) telah menjalani pengobatan secara lengkap atau 96%, dan telah mencapai kesembuhan," tutur Nadia.

Berita Lainnya