close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi short drama China. Foto Ist.
icon caption
Ilustrasi short drama China. Foto Ist.
Sosial dan Gaya Hidup
Senin, 19 Januari 2026 09:25

Kenapa short drama China bikin ketagihan?

Durasi pendek dan cerita cepat bikin short drama China mudah bikin ketagihan dan jadi rutinitas hiburan harian anak muda.
swipe

Pernah cuma niat scroll sebentar, eh malah lanjut nonton episode demi episode? Kalau iya, besar kemungkinan kamu lagi kejebak short drama China—drama pendek dengan durasi cuma hitungan menit tapi ceritanya langsung bikin penasaran.

Belakangan, short drama asal China memang makin sering muncul di TikTok, YouTube, sampai platform streaming seperti WeTV dan iQIYI. Formatnya simpel: episode singkat, konflik cepat, dan hampir selalu ditutup cliffhanger. Cocok banget buat generasi yang pengin hiburan instan tanpa harus duduk lama di depan layar.

Fenomena ini bukan cuma soal selera, tapi juga mencerminkan perubahan cara anak muda menikmati hiburan. Dalam sebuah kajian dari Universitas Pendidikan Indonesia berjudul “Daya Tarik Short Drama China: Fenomena Konsumsi Cepat dalam Perspektif Psikologi Sosial”, short drama disebut selaras dengan kebutuhan instant gratification—kepuasan cepat yang jadi ciri kuat pengguna media digital saat ini. Dibanding drama konvensional yang alurnya panjang, short drama langsung “to the point”.

Algoritma media sosial ikut mempercepat tren ini. Sekali kamu menonton satu judul, rekomendasi serupa akan terus bermunculan. Akhirnya, nonton short drama jadi rutinitas harian—bahkan tanpa terasa menghabiskan waktu cukup lama.

Data dalam jurnal tersebut menunjukkan, banyak penonton short drama menontonnya hampir setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu, dengan durasi mulai dari 30 menit hingga dua jam per hari. Awalnya cuma hiburan singkat, lama-lama jadi kebiasaan.

Dari sisi industri, short drama China juga bukan main-main. Pada 2023, nilai pasar short drama di China tercatat mencapai 37,39 miliar yuan dan melonjak lebih dari 200% dibanding tahun sebelumnya. Angkanya bahkan diproyeksikan terus naik dalam beberapa tahun ke depan. Ini jadi bukti kalau hiburan singkat bukan tren musiman, tapi sudah jadi bagian dari industri hiburan digital.

Meski digemari, short drama juga punya sisi lain. Beberapa penonton mengaku sering terdorong untuk binge-watching—menonton terus tanpa jeda—yang kadang bikin lupa waktu. Studi tersebut juga mencatat potensi dampak seperti turunnya fokus, produktivitas, hingga muncul rasa cemas karena ingin cepat menyelesaikan tontonan.

Di sisi positifnya, banyak yang merasa short drama efektif sebagai hiburan ringan dan pelepas stres. Namun, kepuasan yang didapat biasanya cepat hilang. Kritik juga muncul soal alur cerita yang repetitif dan kualitas produksi yang tidak selalu konsisten.

Pada akhirnya, popularitas short drama China menunjukkan satu hal penting: cara kita mengonsumsi hiburan sedang berubah. Serba cepat, praktis, dan mudah diakses. Selama bisa mengatur waktu, short drama bisa jadi teman santai yang menyenangkan—asal tidak kebablasan.

img
Alfian
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan