close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi perang. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi perang. Foto Pixabay.
Peristiwa
Sabtu, 17 Januari 2026 15:22

72 jam pertama paling kritis, hal yang wajib disiapkan warga sipil jika perang pecah

Perang membawa dampak fisik dan psikologis serius. Warga sipil perlu menyiapkan lima kebutuhan pokok untuk bertahan di 72 jam pertama krisis.
swipe

Perang merupakan kondisi yang sangat destruktif. Selain ditandai oleh kekerasan fisik, kehancuran infrastruktur, dan kematian massal, konflik bersenjata juga meninggalkan dampak psikologis mendalam, seperti depresi dan kecemasan ekstrem, baik bagi tentara maupun warga sipil.

Dalam situasi perang, warga sipil menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, kesiapan dasar menjadi kunci untuk bertahan, terutama pada fase awal krisis ketika bantuan belum tersedia atau evakuasi masih berlangsung. Setidaknya, terdapat lima kebutuhan pokok yang perlu diprioritaskan agar individu dan keluarga dapat bertahan secara mandiri selama 72 jam pertama krisis.

Kelima kebutuhan tersebut meliputi air, makanan tahan lama, perlengkapan pertolongan pertama dan obat-obatan, perlengkapan sanitasi dan kebersihan, serta alat komunikasi dan sumber listrik cadangan.

Berikut penjelasannya dikutip dari ready.gov.

Air
Air merupakan kebutuhan paling vital. Rekomendasinya adalah minimal satu galon per orang per hari untuk minum dan sanitasi. Persediaan untuk beberapa hari sangat penting, ditambah filter air atau tablet pemurni sebagai cadangan jika harus mengakses sumber air alternatif.

Makanan tahan lama
Sediakan makanan yang mudah disiapkan, tidak memerlukan banyak air atau proses memasak, seperti makanan kaleng, buah kering, kacang-kacangan, dan protein bar. Pembuka kaleng manual juga wajib disertakan.

Perlengkapan pertolongan pertama dan obat-obatan
Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang lengkap sangat krusial, termasuk obat resep pribadi dan obat pereda nyeri tanpa resep untuk setidaknya tujuh hari. Hal ini penting ketika akses ke fasilitas kesehatan terganggu.

Perlengkapan sanitasi dan kebersihan
Menjaga kebersihan membantu mencegah penyakit dan infeksi. Perlengkapan dasar meliputi tisu basah, pembersih tangan, sabun, tisu toilet, kantong sampah, serta produk kebersihan perempuan.

Alat komunikasi dan listrik
Radio bertenaga baterai atau engkol tangan diperlukan untuk memperoleh informasi darurat. Senter, baterai cadangan, power bank, dan pengisi daya ponsel membantu menjaga komunikasi tetap berjalan saat listrik padam.

Kesiapan sederhana ini dapat menjadi penentu keselamatan warga sipil di tengah situasi perang yang serba tidak pasti.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan