sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memorabilia The Beatles dan John Lennon akan dijual sebagai NFT

Kendati demikian barang-barang fisik akan tetap tersimpan karena setiap bagian memorabilia akan dijual dalam bentuk NFT.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 29 Jan 2022 06:45 WIB
Memorabilia The Beatles dan John Lennon akan dijual sebagai NFT

Putra sulung John Lennon, Julian, menjual beberapa karya bersejarah milik sang ayah yang diambil dari koleksi pribadinya. Kendati demikian barang-barang fisik akan tetap tersimpan karena setiap bagian memorabilia akan dijual dalam bentuk non-fungible token (NFT).

Melansir BBC, Jumat (28/1), barang-barang yang dijual termasuk jubah hitam yang dikenakan oleh ayahnya dalam film Help! dan catatan tulisan tangan untuk lagu The Beatles Hey Jude. NFT sendiri disebut-sebut sebagai jawaban digital untuk koleksi, tetapi para kritikus telah memperingatkan tentang risiko di pasaran.

Penjualan ini juga termasuk NFT dari mantel Afghanistan yang dikenakan oleh John Lennon dalam film yang dibuat untuk televisi Magical Mystery Tour dan tiga gitar merk Gibson yang diberikan kepada Julian Lennon oleh ayahnya. Setiap NFT akan ditawarkan sebagai koleksi audio-visual, dengan narasi oleh Julian Lennon di samping citra item.

NFT catatan yang ditulis tangan oleh Paul McCartney untuk Hey Jude diperkirakan mengambil keuntungan tertinggi dalam lelang. Harga awalnya dipatok 30.000 dolar Amerika dengan target mencapai harga penjualan dua kali lipat. Kemudian sebagian dari hasil lelang akan disumbangkan ke Julian Lennon's White Feather Foundation. Lelang online akan dimulai pada 7 Februari.

NFT dapat disebut sebagai aset yang bersifat unik di dunia digital, yang dapat dibeli dan dijual seperti properti lain tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Token digital dapat dianggap sebagai sertifikat kepemilikan untuk aset virtual atau fisik.

Secara tradisional, barang-barang koleksi dipandang berharga karena kelangkaannya, tetapi file digital dapat dengan mudah dan tanpa henti diduplikasi. Dengan NFT, barang-barang ini dapat dibuat sertifikat digital kepemilikan yang dapat dibeli dan dijual.

Seperti halnya cryptocurrency, akan ada catatan aset yang berisi nama pemilik dan kode kepemilikan yang disimpan dalam file bersama yang disebut blockchain. Catatan tidak dapat dipalsukan karena buku besar dikelola oleh ribuan komputer di seluruh dunia.

Beberapa NFT barang-barang seni kini telah berpindah tangan dengan nilai puluhan juta dolar, sebuah peluang untuk pasar seni global. Namun, regulator dan kritikus khawatir bahwa konsumen mungkin tidak memahami risiko ketika terlibat dalam investasi aset model ini.

Sponsored
Berita Lainnya