sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDSKJI: Depresi bisa juga dimulai dengan rasa mag atau mual

Masalah psikologis yang dialami oleh responden dari swaperiksa yang terbanyak adalah gangguan ansietas atau kecemasan.

 Atikah Rahmah
Atikah Rahmah Selasa, 06 Sep 2022 21:41 WIB
PDSKJI: Depresi bisa juga dimulai dengan rasa mag atau mual

Berdasarkan hasil swaperiksa yang dilakukan Perhimpunan Kedokteran Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dari Maret 2020-Maret 2022, menunjukkan tren peningkatan masalah psikologis yang dialami masyarakat. Bila pada Maret 2020, masalah psikologis angkanya hanya sebanyak 70,7%, namun pada Maret 2022, telah meningkat sebesar 82,5%.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDSKJI Diah Setia Utami menyebutkan, masalah psikologis yang dialami oleh responden dari swaperiksa yang terbanyak adalah gangguan ansietas atau kecemasan. Diikuti oleh gangguan depresi dan peningkatan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.apa saja masalah psikologis yang dialami responden dan bagaimana hal tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19 saat ini.

“Yang paling banyak adalah gangguan kecemasan yang diikuti dengan gangguan depresi. Kemudian juga ada peningkatan gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia. Karena ketika pandemi ini tidak mudah mendapatkan akses layanan kesehatan jiwa, sehingga banyak yang putus obat dan akhirnya meningkatkan kasus-kasus skizofrenia,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatannya, pada umumnya, pasien yang mengalami masalah kejiwaan mengalami beberapa ciri sebagai berikut:

- Perasaan stres yang terus menerus
- Cemas, khawatir, atau takut
- Pikiran-pikiran yang berlomba kesedihan, menangis, kehilangan minat pada kegiatan yang biasa disukai
- Gejala fisik, seperti peningkatan detak jantung, gangguan pencernaan, kelelahan, atau sensasi lain yang tidak nyaman
- Frustasi, menjadi sensitif sehingga mudah marah
- Kegelisahan atau agitasi
- Merasa tidak ada yang menolong
- Kesulitan konsentrasi atau tidur
- Perasaan tidak terhubung dengan orang lain
- Takut akan suatu kejadian di ruang publik
- Sulit untuk relaks/santai.

Menurut Diah, masalah psikologis ini banyak dialami rentang usia antara 19-36 tahun.

“Itu (ciri-ciri sebelumnya) sebenarnya awal dari gangguan mental. Jadi tidak selalu semua orang merasa sadar mereka sedang depresi. Depresi tidak selalu keluhannya seperti pada umumnya. Bisa juga dimulai dengan rasa mag atau mual, dan sebagainya. Jadi fisik dan psikis tidak bisa dipisahkan,” tuturnya.

Namun sebelum mendiagnosa diri sendiri, Diah menjelaskan, bahwa di dalam kesehatan mental, terdapat dua jenis gangguan yang biasa disebut sebagai ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) dan ODMK (orang dengan masalah kejiwaan),

Sponsored

“ODGJ merupakan orang yang sudah memiliki gangguan jiwa, tidak bisa lagi hidup di dunia nyata. Ciri umumnya seperti berhalusinasi dan berpikiran yang aneh. Sedangkan ODMK merupakan orang yang bermasalah dengan kejiwaan, sudah memiliki dasar kecemasan,” jelas Diah.

PDSKJI telah memberikan gambaran terkait peningkatan gangguan jiwa, khususnya depresi, kecemasan, dan trauma psikologis. Melalui hasil tersebut, Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, telah melakukan tindak lanjut dengan mengembangkan deteksi dan intervensi di layanan rumah sakit dan primer (puskesmas) bagi masyarakat.

Berita Lainnya
×
tekid