close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi sambaran petir./Foto eyeonicimages/Pixabay.com
icon caption
Ilustrasi sambaran petir./Foto eyeonicimages/Pixabay.com
Sosial dan Gaya Hidup
Rabu, 14 Februari 2024 06:34

Supaya pemain sepak bola selamat dari sambaran petir

Indonesia punya tingkat kejadian petir tertinggi di dunia pada 2022. Saat itu, tercatat ada 76,5 juta kejadian sambaran petir.
swipe

Septian Raharja, 35 tahun, tewas tersambar petir saat bermain dalam pertandingan sepak bola persahabatan antara 2 FLO FC Bandung dan FBI Subang di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/2) sore. Peristiwa itu menambah panjang daftar pemain sepak bola yang tewas tersambar petir.

Sebelumnya, pada November 2023, pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda U-13, Tegar Dwi Prasetyo juga meninggal dunia usai tersambar petir kala bermain dalam laga Piala Soeratin U-13 di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro, Jawa Tengah.

Sambaran petir kerap terjadi di Indonesia, dengan kondisi geologi dan lokasi tropis yang khas, sehingga menghasilkan kondisi yang memicu terjadinya petir. Situs Statista, dikutip dari Newsweek menyebut, Indonesia punya tingkat kejadian petir tertinggi di dunia pada 2022. Saat itu, tercatat ada 76,5 juta kejadian sambaran petir.

Kejadian sambaran petir yang menyebabkan pesepakbola tewas pun terjadi di luar negeri. Misalnya, dikutip dari Daily Mail, pada 2023 pesepakbola Brasil berusia 21 tahun, Caio Henrique de Lima Goncalves tewas tersambar petir saat bermain untuk Uniao Jaiirense. Ketika itu, enam pemain lainnya juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka akibat sambaran petir.

Paling banyak memakan korban, dilansir dari Mirror, adalah tragedi tewasnya 11 pemain sepak bola dan penonton kala laga klub Bena Tshadi vs Basanga di Kongo, Afrika Tengah pada Oktober 1998 karena disambar petir. Sedangkan 30-an orang lainnya mengalami luka bakar.

Pemain sepak bola, yang melakukan aktivitas di luar ruangan, memang berisiko tersambar petir. Menurut Spotlight Sports Medicine, secara global, setidaknya 24.000 orang tewas akibat sambaran petir setiap tahun. Para ahli dari National Weather Service (NWS) menyebut, 41% kematian akibat sambaran petir terjadi saat bermain sepak bola, dibandingkan 28% pemain golf.

“Tentu saja, nelayan dianggap sebagai aktivitas paing berbahaya saat terjadi badai petir, yang menyebabkan 26 kematian antara tahun 2006 dan 2012,” tulis Medical Daily.

Dalam riset yang dilakukan pakar keselamatan dari sambaran petir National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) John Jensenius, dikutip dari Medical Daily, dari 238 kasus tersambar petir yang dihimpunnya, 82% kematian terjadi pada laki-laki. Hanya 18% pada perempuan. Sedangkan rentang usia rata-rata terjadinya kematian akibat petir adalah antara 10 dan 29 tahun.

Kemudian, menurut Jensenius, dikutip dari situs AccuWeather, meski kemungkinan tersambar petir dalam setahun adalah sekitar satu berbanding 1,1 juta, tetapi kemungkinan tersambar petir seumur hidup adalah sekitar satu berbanding 13.500.

Para peneliti dalam StatPearls Publishing (Januari, 2024) menyebut, diperkirakan ada 50 kejadian per detik sambaran petir di seluruh dunia, dengan 20% di antaranya mengakibatkan sambaran darat. Sambaran petir dapat membawa tegangan melebihi 10 juta volt, dengan arus besar antara 30.000 hingga 110.000 ampere.

“Paparan korban biasanya berlangsung dari 1 per 1.000 hingga 1 per 10 detik,” tulis para peneliti. “Tidak semua cedera akibat petir terjadi dengan cara yang sama.”

Petir memang bakal menyambar objek paling tinggi di sekitar area tertentu. Namun, Jensenius memperingatkan, sebaiknya menghindari berada di tempat terbuka. “Kesiapsiagaan adalah pertahanan terbaik dan secara signifikan dapat mengurangi peluang Anda tersambar petir,” kata dia.

Kata dia, petir bisa menyambar pada jarak 10 mil, sehingga sangat penting untuk segera pergi ke tempat aman setelah suara guntur di kejauhan terdengar. Tempat yang aman meliputi kendaraan berbahan logam dengan atap keras dan struktur tertutup sepenuhnya.

“Tak banyak yang dapat Anda lakukan. Jadi, Anda harus menghindari berdiri di bawah atau dekat pohon tinggi, berdiri di tempat terbuka, dan berada di atas bukit,” ujar dia.

Dilansir dari Medical Daily, National Athletic Trainers Association (NATA) memberikan rekomendasi keselamatan para atlet terhadap sambaran petir dalam laporan yang dimuat di Journal of Athletic Training pada 2013. Pertama, terapkan rencana tindakan darurat khusus petir, terutama di lapangan sepak bola.

Kedua, pastikan keadaan cuaca secara umum. Ketiga, mempersiapkan protokol keamanan. Keempat, memberikan pertolongan pertama.

Federasi sepak bola internasional, FIFA, juga sudah mengeluarkan pedoman keselamatan dan keamanan stadion dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, yang salah satunya mengatur bahwa pertandingan dapat dihentikan jika terjadi cuaca buruk, seperti sambaran petir, banjir, dan badai.

Football NSW—badan pengelola sepak bola di negara bagian New South Wales, Australia—menerbitkan regulasi soal keamanan dari sambaran petir. Salah satunya pedoman 30/30, dengan hitung-hitungan spesifik.

“Jika waktu antara melihat kilatan petir dan mendengar suara guntur kurang dari 30 detik, artinya badai petir berada dalam jarak 10 kilometer—saat suara merambat sekitar 340 meter per detik,” tulis Football NSW.

“Anda harus menunggu minimal 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar.”

img
Stephanus Aria
Reporter
img
Fandy Hutari
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan