sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

The English Game: Ketika intrik kelas sosial mewarnai kelahiran sepakbola

Serial ini dikemas dalam enam episode yang tiap episodenya berdurasi 43 menit.

Silvia Ng
Silvia Ng Rabu, 06 Okt 2021 08:04 WIB
The English Game: Ketika intrik kelas sosial mewarnai kelahiran sepakbola

The English Game mengusung kisah awal penemuan cabang olahraga sepak bola yang telah menjadi permainan ataupun tontonan pertandingan favorit bagi banyak orang di seluruh dunia.

Serial ini mengambil latar di daratan Inggris pada tahun 1870-an, tempat lahirnya permainan sepak bola. Sebelumnya, permainan ini hanya dapat dimainkan dan dinikmati oleh kaum borjuis atau kaum aristokrat.

Ketika itu, hanyalah ada tim sepak bola beranam Wanderers, Old Etonians, dan Royal Engineers. Wanderers dan Old Etonians menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris pada saat itu yang merebutkan supremasi melalui Piala Football Association (FA).

Pada saat itu, belum ada aturan yang memperbolehkan pemain bayaran dalam permainan sepak bola. Hal ini dikarenakan, sepak bola dianggap dominasi kelas bangsawan terhadap kelas pekerja.

Pemilik pabrik Darwen, James Walsh (Craig Parkinson) bertekad untuk menjadi klub sepak bola pekerja pertama yang menjadi juara FA Cup pada saat itu. Oleh karena itu, ia melakukan terobosan dengan mentransfer dua pesepak bola andal dari Skotlandia, Fergus Suter (Kevin Guthrie) dan Jimmy Love (James Harkness).

Pada episode-episode awal, penonton disuguhkan betapa kuatnya dominasi Old Etonians sebagai klub bangsawan. Old Etonians dianggap curang oleh Darwen karena keputusan sepihak untuk melakukan laga replay minggu depan.

The English Game secara gamblang berhasil mengangkat kisah bagaimana sepak bola menjadi peneguhan kelas atas terhadap kelas bawah. Klub pekerja (kelas bawah) berisikan para pekerja pabrik yang hanya punya waktu berlatih di hari sabtu. Selain itu, mereka pun tentu tak mendapat gizi yang begitu baik karena upah yang rendah.

Meski sangat terlihat kontra antara sepak bola dan klub kelas pekerja itu, masyarakat tetap menyukai olahraga tersebut. Bahkan, mereka rela membayar tiket dan pergi jauh untuk melihat klub kelas pekerja bermain.

Sponsored

Hingga pada FA Cup 1879, muncul klub pekerja lain yang memiliki ambisi kuat, yaitu Blackburn. Pemiliknya, John Cartwright (Ben Batt) berani membayar tinggi para bintang lapangan seantero Britania Raya untuk bermain bagi timnya.

Suter dan Jimmy pun ditransfer ke Blackburn. Kehadiran kedua tokoh dalam skuad ini berhasil membawa mereka menuju final FA Cup 1879, sekaligus menjadikan mereka klub kelas pekerja pertama yang menginjakkan kaki di babak final.

Dewan FA, yang juga bermain untuk Old Etonians mulai merasa cemas dengan hal tersebut, mereka terus mencari cara untuk mendisfikualifikasi Blackburn. Klimaksnya, klub kelas pekerja ini memperjuangkan haknya untuk tetap bermain di final dengan aju banding ke FA.

Desakan tersebut akhirnya dikabulkan oleh dewan FA lainnya. Sebab itu, Blackburn memetik hasilnya dengan memenangkan pertandingan, dan menjadi klub kelas pekerja pertama yang menjuarai FA Cup.

Secara keseluruhan, The English Game merupakan serial yang wajib bagi kamu pecinta sepak bola. Berbagai konflik yang disajikan benar-benar terasa nyata bagi penonton. Serial ini menggambarkan permainan sepak bola yang begitu berbeda dengan keadaan saat ini.

Perjuangan Darwen dan Blackburn dalam merebut piala FA bukan sekadar ambisi meraih popularitas dan pundi-pundi layaknya di era modern ini. Mereka berjuang demi menghargai masyarakat yang rela memilih sepak bola sebagai hiburan selepas bekerja.

Selain itu, keberhasilan kelas pekerja dalam menjuarai FA Cup adalah salah satu upaya melawan dominasi kelas bangsawan yang digambarkan sangat punya kendali atas segalanya, mereka tidak ingin dominasi itu sampai merambah ke permainan sepak bola yang “sakral”.

Serial ini dikemas dalam enam episode yang tiap episodenya berdurasi 43 menit. Oleh karena itu, menonton film ini sama saja seperti menyaksikan tiga pertandingan sepak bola secara beruntun di masa pandemi Covid-19 ini!

Berita Lainnya
×
tekid