sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Agar tak tertipu investasi online abal-abal

Investasi pasar modal melalui financial technology makin marak kala pandemi.

Qonita Azzahra
Qonita Azzahra Jumat, 01 Jan 2021 09:26 WIB
Agar tak tertipu investasi online abal-abal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Tahun 2020, Bursa Efek Indonesia semakin ramai dengan banyaknya investor baru. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat ada lonjakan jumlah investor pasar modal Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Investor saham, reksa dana, maupun obligasi mencapai 3.871.248. Angka ini naik hingga 56% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang hanya sebesar 2.484.354.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menyatakan peningkatan investor pasar modal, utamanya yang berasal dari kalangan milenial selama pandemi didukung oleh kemudahan masyarakat dalam menggunakan teknologi.

Selain itu, adanya pandemi Covid-19 membuat masyarakat tidak bisa melakukan banyak hal di luar rumah. Ini turut mendorong semakin meningkatnya investasi di kalangan generasi muda.

“Kita tidak melupakan peran OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BEI (Bursa Efek Indonesia) yang telah berhasil membuat aturan tentang pembukaan rekening itu tanpa tanda tangan basah, secara online,” kata Hans kepada Alinea.id, Rabu (30/12).

Sponsored

Dia pun mengingatkan sejumlah risiko berinvestasi secara digital. Karenanya, dia pun memberikan sejumlah tips agar investasi daring bisa memberikan keuntungan yang sesuai tujuan.  

Alinea.id mengulas dominasi investor milenial dalam investasi di pasar modal dalam artikel ini.

Berita Lainnya