sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Apes para peniup peluit

Pengungkap kasus-kasus dugaan korupsi kerap diserang balik oleh orang-orang yang mereka laporkan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 22 Apr 2021 17:05 WIB
Apes para peniup peluit

Setelah mengungkapkan dugaan korupsi dalam pengadaan peralatan pemadam kebakaran di Dinas Damkar Kota Depok, Sandi Butar Butar mengalami beragam intimidasi. Pegawai honorer di dinas tersebut bahkan diancam dipecat. 

Selain ancaman pemecatan, ia mengaku pernah disetop oleh sejumlah orang untuk diajak "diskusi". "Waktu di jalan, tiba-tiba ada yang manggil dan minta didudukin bareng aja. Mereka minta saya mengakhiri ini biar sama-sama enak," tuturnya kepada Alinea.id, beberapa waktu lalu. 

Hingga kini, menurut Sandi, ia masih terlibat perang dingin dengan para petinggi di kantornya. "Tekanan makin kencang. Tapi, tekad saya sudah bulat mengambil risiko ini," ujar Sandi. 

Ini bukan kali pertama whistleblower (peniup peluit) seperti Sandi diserang balik. Dalam laporan bertajuk "Serangan Balik Para Pembongkar Skandal: Studi Kasus Mengenai Tantangan, Praktik, dan Efektivitas Whistleblower di Indonesia", Lokataru menemukan para whistleblower kerap apes setelah meniup peluit kasus dugaan korupsi atau pelanggaran hak-hak pekerja di perusahaan. 

Laporan yang dirilis pada 2020 itu digarap peneliti Lokataru Muhammad Al Ayyubi Harahap dan Nurkholis Hidayat. Dalam laporan setebal 47 halaman itu, para peneliti menyoroti sejumlah kasus peniup peluit yang ditangani Lokataru. 

Selain pegawai Peruri, serangan balik juga dirasakan sejumlah peniup peluit, semisal 14 pegawai Perum Jasa Tirta karena melaporkan dugaan dalam kegiatan pengembangan SDM di perusahaan itu pada 2017, pegawai PT Freeport Wiradinata Sudiro karena memprotes pelanggaran hak-hak pekerja, dan Rizki Amelia karena mengungkapkan kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan yang melibatkan petinggi BPJS Ketenagakerjaan. 

Serangan baliknya beragam, mulai dari intimidasi, skorsing, dan pemecatan. Dalam kasus dugaan korupsi pada proyek Hambalang, Dirut Operasional PT Dutasari Citralaras, Roni Wijaya, peniup peluit yang didampingi Lokataru, malah disebut dikriminalisasi dan diperas jaksa. 
 

Infografik Alinea.id/Oky Diaz

Sponsored
Berita Lainnya