sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengembang properti besar terbelit pailit

Industri properti hadapi tantangan besar di masa pandemi.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Kamis, 24 Sep 2020 19:44 WIB
Pengembang properti besar terbelit pailit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Sejumlah perusahaan properti bernama besar tengah menghadapi putusan pailit. Namun, di tengah kondisi tersebut performa emiten-emiten properti di lantai bursa justru menunjukkan kinerja gemilang.

Pada periode 14-18 September lalu, sektor properti bahkan berhasil terbang tinggi dan menjadi penyangga kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kenaikan 12,74%.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, apa yang terjadi pada saham-saham properti sepekan terakhir ini boleh jadi hanyalah angan-angan semu semata. Tingginya ekspektasi terhadap suku bunga The Fed yang dipatok 0%-0,25% memberi harapan besar bahwa industri properti akan bangkit dalam waktu dekat.

Problemnya, investor tidak melihat bahwa perbaikan di sektor properti juga sejatinya amat dipengaruhi oleh situasi pandemi Covid-19. Selama Covid-19 belum selesai, katanya, maka performa sektor properti mungkin akan terus melempem.

Sponsored

“Sekarang memang penjualan rumah belum membaik, tapi ekspektasi orang bisa membuat harga sahamnya juga bisa menguat tinggi,” kata Hans saat berbincang dengan Alinea.id pekan lalu.

Alinea.id mengulas nasib industri properti di masa pandemi yang terancam pailit dan minim insentif disini.

Berita Lainnya