sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perbudakan di tengah laut

Kasus eksploitasi ABK Indonesia di kapal ikan milik China bukan pertama kali terjadi. Kasus serupa pernah terjadi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 14 Mei 2020 16:42 WIB
Perbudakan di tengah laut
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Pekan lalu, MBC—sebuah media asal Korea Selatan, menayangkan video yang menggambarkan kekejaman terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal berbendera China. Di dalam video itu terlihat jenazah yang dibungkus kain berwarna oranye, dibuang ke laut oleh beberapa awak kapal.

Pada 8 Mei 2020, 14 ABK asal Indonesia yang diduga mengalami ekspoitasi itu tiba di tanah air. Mereka termasuk dari total 46 warga Indonesia yang bekerja di empat kapal ikan China, yakni Long Xing 600, Tian Yu 8, Long Xing 605, dan Long Xing 629.

Dalam kesaksiannya, ABK asal Indonesia itu diperlakukan buruk selama bekerja di kapal ikan itu, seperti bekerja hingga 30 jam, gaji yang diterima tak sesuai kontrak, dan mendapat makan dan minum tak layak.

ABK yang sudah bekerja selama 13 bulan di kapal ikan itu, sebagian tak menerima gaji dan sebagian lainnya baru digaji setara tiga bulan. Ada ABK yang mendapat gaji US$120 atau sekitar Rp1,7 juta dalam 13 bulan bekerja. Mereka pun meminum air laut hasil penyulingan.

Sponsored

Infografik ABK Indonesia. Alinea.id/Oky Diaz.

Berita Lainnya