sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Reupload, cari cuan tabrak hak cipta

Kegiatan reupload di YouTube banyak dilakukan. Mereka mengunggah konten orang lain demi cuan.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Rabu, 26 Agst 2020 19:01 WIB
Reupload, cari cuan tabrak hak cipta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Pengamat media sosial Eddy Yansen menandang, para pengunggah ulang konten di YouTube semata-mata mengejar subscribers agar kanalnya bisa dijual kembali. Belakangan ini, kata dia, maraknya konten yang dibajak di YouTube disebabkan pula banyaknya pembuat konten black hat.

Istilah black hat mengacu ke tindakan-tindakan dalam teknologi informasi yang tidak etis. Dalam persoalan pencurian konten di YouTube, hal ini ditunjukkan dengan tindakan orang yang mengambil konten orang lain tanpa izin, dengan tujuan mendapatkan hasil tertentu di kanal buatan mereka.

Eddy menilai, mayoritas pencurian konten berupa pembajakan berbentuk pengeditan sebagian. Sebenarnya, ungkap Eddy, YouTube sudah menjalankan prosedur penanganan atas pembajakan konten, meliputi pelaporan hingga penutupan kanal pembajak. Prosedur itu mengacu standar hak cipta internasional.

Infografik upload YouTube. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Sponsored
Berita Lainnya