sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sandungan industri rotan nasional

Industri furnitur rotan sangat prospektif namun terkendala bahan baku karena maraknya penyelundupan rotan mentah ke luar negeri.

Qonita Azzahra
Qonita Azzahra Jumat, 18 Mar 2022 22:10 WIB
Sandungan industri rotan nasional

Rotan telah menjadi salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu andalan Indonesia karena potensinya yang sangat besar. Tak heran, jika pada 2010, Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa pangsa pasar rotan Indonesia dalam perdagangan dunia telah mencapai 80%.  

Tingginya pangsa pasar tersebut terutama didukung oleh besarnya daerah penghasil rotan di Indonesia, di mana 90% rotan dihasilkan dari hutan alam dan 10% sisanya dihasilkan dari budi daya rotan. Dari hutan alam yang tersebar di Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua, Indonesia berpotensi menghasilkan 622.000 ton rotan kering per tahun.

Namun, menurut Wakil Kepala Pusat Promosi Perdagangan Indonesia alias Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Septika Tri Ardiyanti, menurunnya kinerja industri rotan nasional telah terjadi sejak 2007 lalu. Pada saat itu, beberapa produsen rotan di Cirebon yang merupakan basis produksi furnitur rotan mengalami penurunan produksi. Dari yang semula mengekspor rata-rata sebanyak 120 kontainer per bulan menjadi hanya berkisar 15-20 kontainer per bulan.

“Kondisi tersebut berlanjut hingga tahun 2017 dan bahkan terus mengalami tren penurunan,” katanya, saat dihubungi Alinea.id, Selasa (15/3).

Sponsored

Salah satu penyebab turunnya ekspor furnitur rotan adalah penyelundupan rotan mentah yang membuat bahan baku di tanah air menipis. Alinea mengulas persoalan penyelundupan rotan tersebut dalam artikel ini.

Ilustrasi Alinea.id/Debbie Alyuwandira.

Berita Lainnya