close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Karyawan terkadang merasa tertekan bila konsep kantor didesain terbuka. Alinea.id/Sulthanah Utarid.
icon caption
Karyawan terkadang merasa tertekan bila konsep kantor didesain terbuka. Alinea.id/Sulthanah Utarid.
Infografis
Senin, 29 April 2019 16:24

Tak selamanya kantor berkonsep open space nyaman

Kantor berkonsep terbuka (open space) tak melulu meningkatkan interaksi terbuka antarkaryawan.
swipe

Di dalam tulisannya berjudul “The impact of the open workspace on human collaboration” yang terbit di jurnal The Royal Society Publishing pada 2 Juli 2018, dua peneliti Harvard Bussiness School, Ethan Bernstein dan Stephen Turban mengatakan, konsep kantor open space membuat manusia menjauhkan diri dari rekan kerja dan lebih memilih berinteraksi melalui pesan elektronik.

Bernstein dan Turban merekrut 52 partisipan untuk penelitian mereka. Sebanyak 52 partisipan tersebut melakukan pekerjaan mereka di kantor berkonsep open space selama 15 hari.

Bernstein dan Turban menemukan fakta, sebelum kantor tersebut didesain menjadi lebih terbuka, 52 partisipan melakukan interaksi langsung selama 5.266 menit dalam 15 hari. Lalu, ketika kantor mereka didesain ulang menjadi lebih terbuka, 52 partisipan hanya menghabiskan 1.492 menit untuk berinteraksi secara langsung selama 15 hari.

Dari percobaan itu, selain interaksi, produktivitas karyawan juga menurun karena komunikasi tergantikan melalui surat elektronik.

Saat ini, banyak perusahaan mengadaptasi kantor berkonsep ruang terbuka (open space).

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan