close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Pixabay.
Media
Rabu, 21 Desember 2022 16:53

Tabloid berhenti terbit, pengamat: Senjakala format cetak

Pangkalnya, format media cetak dan model bisnisnya makin tidak relevan di era digital.
swipe

Pengamat media sosial Enda Nasution menilai, penghentian penerbitan Tabloid Nova dan sejumlah majalah milik Kompas Gramedia (KG Media) tak bisa dielakan. Pangkalnya, format media cetak dan model bisnisnya makin tidak relevan di era digital.

Menurut Enda, senjakala media cetak sudah berlangsung lama, di mana banyak media cetak berhenti terbit, baik secara bertahap, berhenti sama sekali atau pindah ke format online. Oleh karena itu, bagi dia, senjakala media cetak sebenarnya lebih ke formatnya.

"Ini karena pola konsumsi informasi masyarakat juga berubah," ujar Enda saat dihubungi Alinea.id, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Enda berpendapat senjakala media cetak itu hanya peralihan ke versi digital. Sebab, saat ini sebagian besar informasi, berita, pengetahuan dan hiburan dikonsultasikan via media digital. Proses produksinya pun lebih murah, lebih cepat, lebih beragam.

"Tetapi informasi, berita, fitur, opini tetap dibutuhkan publik, hanya formatnya berubah, dan karena itu bisnis model perlu dicari juga agar para pekerja nya bisa hidup," katanya.

Selain memperhitungkan efisiensi, format digital juga bergantung kepada user. Di mana, untuk sebagian milenial dan gen-z yang tumbuh dengan teknologi digital, tidak memilih media cetak bahkan hanya mengetahui media dengan format digital.

"Teknologi baru, membawa kemudahan baru dan fungsi yang lebih superior, yang teknologi lama jadi ditinggalkan. Tenaga kuda diganti mesin bakar, mungkin sebentar lagi diganti mesin listrik," ucapnya.

"Di dunia media ini pernah terjadi juga dulu, buku-buku yang ditulis tangan hilang diganti dengan buku yang dicetak dengan mesin cetak, lebih murah," jelas dia.

Selain mempertimbangkan user, peralihan ke format cetak ke format digital juga dipengaruhi oleh model bisnis media itu sendiri. Dimana, bisnis model langganan dan iklan yang selama ini digunakan juga senja,

"Jadi pindah format, harus cari bisnis model baru," tandas Enda Nasution.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan