sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies klaim kualitas udara DKI tak beda jauh dengan kota lain, ini faktanya

Di antara kota-kota besar di Indonesia, hanya Kota Jakarta dan Banten yang memiliki indeks kualitas udara di atas 100.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 28 Agst 2019 16:00 WIB
Anies klaim kualitas udara DKI tak beda jauh dengan kota lain, ini faktanya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kualitas udara di Jakarta berbeda dari ibu kota di negara lain. Namun, menurut Anies, kualitas udara di Jakarta tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di kota-kota lain Indonesia.

Karenanya, Anies meminta masyarakat untuk mengumpulkan informasi komprehensif sebelum memberikan penilaian. "Menurut saya begini, kalau melihat data AirVisual ada baiknya dilihat semua kota-kota besar di Indonesia. Kalau melihatnya antar-ibu kota dunia, kita tidak memiliki potret yang lengkap Karena permasalahan udara tidak dibatasi oleh perbatasan geografis tata pemerintahan," kata Anies di Jakarta, Rabu (28/8).

Alinea.id pun mengecek data kualitas udara Jakarta di AirVisual. Saat diakses Rabu (28/8) pukul 15.40 WIB, Jakarta berada di peringkat keenam ibu kota negara dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.

AirVisual mencatat kualitas udara rata-rata Jakarta berada pada kategori tidak sehat untuk kalangan sensitif. US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 111, setara dengan parameter PM2.5 dengan konsentrasi 39,6 µg/m³. 

Dalam Indonesia AQI Ranking, Jakarta tidak masuk dalam 10 besar lokasi dengan tingkat polusi terburuk. Lima besar wilayah Indonesia dengan tingkat polusi udara terburuk adalah Depok, Pamulang, Parung, dan Sawangan, dengan indeks kualitas udara di angka 161. Posisi kelima ditempati oleh Ciputat dengan indeks kualitas udara di angka 160.

Namun jika mencermati lebih jauh peta kualitas udara Indonesia yang ditampilkan AirVisual, hanya Jakarta dan Banten, yang memiliki indeks kualitas udara di atas 100 atau berada pada level tidak sehat untuk kalangan sensitif. Di antara keduanya, hanya Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan yang berada di level tidak sehat.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain, indeks kualitas udara DKI Jakarta berada jauh di atas rata-rata. Jawa Timur dan Bali memiliki indeks kualitas udara 57 dan 54, sementara Nusa Tenggara Barat 50.

Peta kualitas udara Indonesia menurut data AirVisual saat diakses pukul 15.40 WIB.

Sponsored

Di Pulau Kalimantan, wilayah yang memiliki indeks kualitas udara terburuk adalah Provinsi Kalimantan Barat dengan angka 62. Sementara di Pulau Sumatera, wilayah dengan kualitas udara terburuk adalah Provinsi Jambi dengan indeks 71.

Anies mengatakan, kualitas udara di Jakarta akan membaik seiring datangnya musim hujan. Sebelumnya, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan telah diguyur hujan pada Selasa (27/8).

"Dari awal saya sudah sampaikan ketika bulan lalu riuh rendah soal Jakarta. Bahwa di musim kemarau, tiadanya hujan berpotensi membuat kualitas udara di kota-kota di Indonesia menurun kualitasnya. Dengan adanya hujan, mudah-mudahan nanti akan lebih baik," ucap dia.